Arab Saudi Cabut Larangan Nonton Bioskop

0
180
Setelah larangan menonton bioskop dicabut, Arab Saudi mulai menayangkan film perdana berjudul The Emoji Love (ilustrasi). (foto:ist)
Setelah larangan menonton bioskop dicabut, Arab Saudi mulai menayangkan film perdana berjudul The Emoji Love (ilustrasi). (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kembali mengeluarkan kebijakan yang cukup mengejutkan. Setelah sebelumnya mengeluarkan kebijakan untuk mencabut larangan mengendara bagi perempuan, kini Arab Saudi juga mencabut larangan untuk menonton bioskop.

Sebelumnya, selama 35 tahun terakhir Arab Saudi telah melakukan pelarangan bagi setiap warganya untuk menonton bioskop. Hal inilah yag membuat taka da satupun bioskop berdiri di sana.

Namun kini, setelah larangan ini dicabut, Pemerintah mulai menayangkan kembali film di agar warganya bisa merasakan lagi pengalaman menonton bisokop. Film pertama yang tampil  adalah film The Emoji Movie yang mulai ditayangkan di Jeddah pada akhir pekan lalu.

Karena belum ada bioskop, penayangan film sementara dilakukan di sebuah aula milik pemerintah yang berlokasi tak jauh dari laut merah. Di aula tersebut ditempatkan proyektor, karpet merah, dan mesin penjual pop corn sehingga menghadirkan kesan seperti di bioskop pada umumnya.

Pelarangan bioskop oleh Pemerintah Arab Saudi sendiri dimulai sejak era 1980 an akibat desakan dari beragam kelompok muslim tentang larangan adanya hiburan public. Menurut mereka, hiburan public hanya akan membuat laki-laki dan perempuan bercampur sehingga dipandang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.

Rencananya pemerintah baru akan membangun bioskop permanen pada Maret mendatang. “Sampai sekarang kami belum punya infrastruktur untuk menonton film. Jadi kami mencoba mencari tempat alternatif yang bisa disulap menjadi seperti bioskop,” kata Mamdouh Salim yang mengorganisir pemutaran film di bawah bendera Cinema 70 seperti dilansir the Reuters, Senin (15/1).

“Kami memutar film animasi ini untuk menandai dicabutnya larangan menonton bioskop pada 11 Desember lalu,” lanjutnya.

Pemerintah di bawah Raja Mohammad bin Salman secara bertahap akan membangun 300 bioskop dengan dua ribu layar. Diperkirakan pembangunan akan selesai pada tahun 2030.

Pembangunan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi pendapatan 90 miliar Riyal atau sekitar 24 miliar dolar AS serta membuka 30 ribu lapangan kerja baru. Kesempatan ini ikut dilirik oleh pengelola jaringan bioskop regional dan internasional karena kaum muda di Arab Saudi mencapai 70 persen dari total populasi.

 

LEAVE A REPLY