Setelah Foto, Kini Arab Saudi Larang Jualan Souvenir

0
70

I Arab Saudi Mulai LarangHAJIUMRAHNEWS – Kebanggaan apa yang bisa Anda dapatkan ketika berada di suatu tempat? Salah satunya, tentu, bisa berfoto atau selfie dengan latar belakang tempat tersebut. Tidak afdhal rasanya jika berada di suatu tempat yang istimewa, tapi Anda tak punya kenangan terindah bersamanya.

Misalnya begini, Anda jalan-jalan ke Borobudur, lalu Anda tak punya kenangan berupa foto dengan latar candi tersebut. Tentu, jalan-jalan Anda ke sana akan terkesan kurang bermakna.

Demikian yang dilakukan oleh Arab Saudi belakangan. Kini, negara petro dolar tersebut telah melarang orang atau jamaah haji dan umrah untuk berfoto di Masjidil Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Madinah). Jika tetap ada jamaah atau pengunjung yang nekat melakukan selfie di dua masjid tersebut, akan dikenakan denda.

Asisten Layanan Masjidil Haram, Mashhour Al-Mun’emi, kepada Arab News, Sabtu (30/12), mengatakan, larangan itu dimaksudkan agar jamaah yang berkunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berkonsentrasi melakukan ibadah, bukan memotret.

Profesor Hukum Islam, Atiah Al-Youssefi, juga mengatakan, tujuan larangan foto di Masjidil Haram karena hal itu dapat mengganggu jamaah lain. “Berhenti sejenak di titik awal tawaf untuk selfie dapat membingungkan dan menghalangi pergerakan jamaah lain,” ujar Atiah.

Spesialis Manajemen Massa, Akram Jan, juga mengatakan pergerakan kerumunan orang dapat terpengaruhi oleh fotografi karena berhenti sejenak dan mencoba mendapatkan gambar dari segala arah.

Jan menambahkan, larangan itu dimaksudkan agar gerakan penting saat jamaah berada di masjid dapat dilakukan secara bersamaan. “Jadi, jika ada orang yang berfoto di tengah kerumunan massa bukan tak mungkin bisa memicu kerusuhan yang berbahaya bagi keselamatan semua orang,” timpal Akram Jan.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sudah mengirim surat edaran ke semua kantor haji dan umrah di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran jamaah tentang pentingnya mematuhi instruksi larangan fotografi di dua masjid suci tersebut.

Selain melarang foto selfie di dua masjid suci tersebut, kini Kementerian Perdagangan dan Investasi berencana melarang penjualan souvenir berbentuk apapun yang menampilkan Kabah, Masjidil Haram, dan Makam Ibrahim.

Jika Anda memaksakan diri untuk berjualan dengan model ketiga hal tersebut, siap-siap saja barang-barang jualan Anda akan disita oleh pihak yang berkepentingan. Tujuannya sama, aturan ini diterapkan untuk menjaga kesucian ketiganya.

Menurut Guru Besar Hukum Islam Ali Al-Twaim, penjualan souvenir yang menampilkan gambar Kabah dan masjid suci sebagai bentuk penghinaan terhadap kesucian tempat-tempat itu. Karena itu, harus segera dihentikan.

Dia menekankan, pembuatan souvenir harus memperhitungkan kesucian dan kehormatan yang diberikan Tuhan terhadap tempat-tempat tersebut. Serta kemungkinan pembeli meletakkan souvenir di tempat yang tidak pantas.

Namun, hal ini mendapat respon yang berbeda dari Abdel Moneim Bukhari, pemilik perusahaan Al Meawiah untuk barang antik dan hadiah. Ia meyakini bahwa souvenir replika sangat baik dibeli oleh jamaah haji atau umrah untuk mengingatkan mereka terhadap tempat yang mereka agungkan.

Selain itu, dari segi ekonomi, hal ini akan dapat meningkatkan perekonomian negeri tersebut serta bisa membuka lapangan pekerjaan yang besar di sana.

Namun, ia menyarankan agar souvenir yang saat ini banyak diimpor dari negara lain dapat diproduksi di dalam negeri. “Banyak dari barang-barang ini antara lain diproduksi di negara China, India, Taiwan, dan Pakistan, yang jauh dari pabrik khusus di Mekkah,” ujar Abdel Moneim Bukhari.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Souvenir itu harus memenuhi standar kualitas dan rasa hormat yang tinggi.”

Bagaimana dengan Anda? Setuju dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi ataukah mufakat dengan pendapat Abdel Moneim Bukhari? Silakan kasih komentar di bawah ini! (Kun)

 

LEAVE A REPLY