Tips Saat Berhaji (1), Jangan Bercanda Berlebihan

0
35

Teal Hug Your Cat Day Social Media Graphic (4)HAJIUMRAHNEWS – Ketika Anda sudah di tanah suci, janganlah gegabah dalam berbicara dan bertindak, meski tujuannya hanya untuk lelucon atau bercanda. Sebab, kota Mekah dan Madinah adalah dua tempat yang sangat suci. Segala ucapan dan perbuatan kita kerapkali selalu terbukti di sana. Salah satunya adalah kisah berikut ini.

Sebut saja namanya Ilham. Ya, sesuai namanya ia berharap mendapatkan ilham agar bisa ke tanah suci. Akhirnya, ia memang bisa pergi ke sana. Hanya saja, nasibnya cukup naas. Saat berada di Arafah, ia mengucapkan, “Seandainya atap ini runtuh, apalah jadinya mereka.”

Kalimat ini begitu jelas ia ucapkan sehingga Ustaz Abror (pembimbing ibadah hajinya) yang berada tak jauh darinya segera mendekatinya dan menyadarkannya, “Ilham, apa yang kamu ucapkan itu? Itu tidak benar. Ayo, segeralah kamu bertobat kepada Allah swt. Minta ampun kepada-Nya atas segala yang kamu ucapkan itu.”

Akan tetapi, Ilham menghiraukannya. Malah, seolah-olah ia tidak pernah mengatakan itu sama sekali. Dengan kata lain, ia cuek dengan perkataannya. Mungkin karena ia merasa hanya sebuah candaan saja.

Tidak lama setelah Ilham mengucapkan kalimat yang tidak sepantasnya di tanah suci itu, tiba-tiba kedua kakinya lumpuh. Ia merasakan seolah-olah kedua kakinya sulit sekali diangkat. Bahkan, sekadar digerakkan pun sangat sulit ia lakukan. Ilham pun segera mengklaim dirinya telah lumpuh.

Ilham menangis sejadi-jadinya. Ia menyesali atas apa yang diucapkannya kemarin. Namun, nasi telah menjadi bubur. Kini, ia menjalani ibadah hajinya dengan kedua kakinya yang telah lumpuh. Akhirnya, segala sisa ritual haji ia lakukan dengan minta bantuan orang lain.

Hingga kepulangannya, kondisi Ilham masih memperihatinkan. Kedua kakinya masih lumpuh. Kalau berjalan, ia kadang digendong oleh orang lain. Namun, setelah beberapa hari sudah ada di rumah (kampung halaman), kedua kakinya yang lumpuh itu kembali seperti sediakala. Ia telah sehat kembali. Ini tentu sebuah keajaiban. Tanpa ia obati, kakinya tiba-tiba menjadi sembuh dengan sendirinya.

Entahlah, ada kaitan atau tidak antara ucapan dan akibat yang ditimbulkan. Yang jelas, kisah di atas diceritakan oleh pembimbing ibadah hajinya sendiri, Ustaz Abror, kepada saya. Kita ambil sisi positifnya saja dari kisah ini bahwa kita harus berhati-hati untuk berucap atau bertindak selama menunaikan ibadah haji.

Allah berfirman, “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja’. Katakanlah apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu meminta maaf, karena engkau telah kafir sesudah beriman.” (QS. Taubah [9]: 65-66)

Ayat ini turun berkaitan dengan seorang laki-laki yang mengolok-olok dan berdusta dengan mengatakan bahwa Rasulullah dan sahabatnya adalah orang yang paling buncit perutnya, pengecut, dan dusta lisannya. Padahal laki-laki ini hanya bermaksud untuk bercanda saja. Namun bercanda dengan mengolok-olok atau mengejek syariat agama dilarang bahkan dapat menjatuhkan pelakunya pada kekafiran. Wallahu a’lam bil-shawab (Kun)

LEAVE A REPLY