Kawasan Blok M Akan Disulap Jadi Destinasi Wisata Halal

0
150
kawasan Pasaraya. (foto:ist)
kawasan Pasaraya. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Sudah bukan rahasia bahwa segmen industry halal Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan menggiurkan. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Disamping itu, kesadaran akan gaya hidup halal mulai meningkat di masyarakat muslim di Indonesia. Halal pun kini bertransformasi dari tuntunan syariah menjadi tren gaya hidup.

Geliat indutri halal ini pun mulai dilirik para pelaku usaha di Indonesia. Seperti baru-baru ini pemilik Pasaraya Group Abdul Latief yang berencana akan menjadikan kawasan Pasaraya dan sekitarnya yang ada di wilayah Blok M, Jakarta Selatan, menjadi destinasi  wisata halal yang patut diperhitungkan.

Latief akan memulai proyek pertamanya dengan menertibkan para penjual kaki lima dan menempatkannya lokasi tersendiri di sekitar gedung Pasaraya. Ia juga akan mengembangkan konsep taman kesenianyang dapat mewadahi puluhan sanggar Betawi agar mereka memiliki tempat pertunjukan.

“Saya ingin disini bikin festival kuliner Betawi atau festival jazz, jadi mereka bisa berkumpul disini, ini kan kepentingan rakyat,” kata Abdul Latief di Jakarta, Selasa (9/1).

Abdul Latief mengaku langkah ini dilakukan mengembalikan kejayaan Blok M zaman dulu sebagai tempat berkegiatan pemuda-pemudi sehingga jauh dari praktik-praktik kegiatan mesum dan kurang bermanfaat. Ia bahkan telah meminta pihak aparat agar tidak memberi izin usaha berpotensi mesum seperti panti pijat di sekitar wilayah itu.

“Tolong jangan ada lagi yang haram-haram di Blok M,” papar Latif

Latief mengungkapkan proyek ini juga akan  ia lakukan di Pasaraya Manggarai yang akan di ganti menjadi Pasaraya Syariah. Kawasan ini akan ia alih fungsikan menjadi tempat berkumpul berbagai perusahaan atau travel haji dan umrah yang amanah agar tidak terjadi lagi kasus penipuan jemaah yang hendak melakukan ibadah ke Tanah Suci.

“Jangan ada lagi kayak begitu, udah jual tanah mau pergi haji masih ditipu pula,” terang Latief.

 

LEAVE A REPLY