Telantarkan 3.000 Jamaah Umrah, Kemenag Tegur SBL Tour

0
80
logo SBL (foto:ist)
logo SBL (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Kasus penipuan dan penelantaran jamaah umrah kembali terjadi. Kali ini, sebanyak 3.000 jamaah umrah dari PT. Solusi Balad Lumampah (SBL) terancam gagal beerangkat ke tanah suci.  Menindaklanjuti hal ini, Kemenag pun telah mengambil langkah tegas berupa surat teguran kepada direktur SBL baru-baru ini.

“Benar surat teguran untuk SBL sudah disampaikan minggu ini (pekan lalu),” kata Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Mulyo Widodo di Jakarta, Senin (8/1).

“Itu dari pengakuan mereka pun sekitar 3.000 jamaah belum berangkat. Nilai kerugiannya diasumsikan 3.000 jamaah kali Rp 19 juta,” lanjutnya.

Jadi, dika diakumulasikan kerugian total yang diderita jamaah mencapai Rp 57 miliar. Widodo menerangkan bahwa penelantaran jamaah umrah ini terjadi akibat pengelolaan dan manajemen keuangan perusahaan yang buruk selain juga penawaran paket perjalanan umrah dengan harga dibawah 20 juta (harga umrah di bawah standar Kemenag).

“Paket promo menurut mereka, tidak bisa terselesaikan dengan baik. Jadi ada kegagalan di situ dan di manajemen keuangan. Harga Rp 18-19 juta per jamaah untuk ukuran pemberangkatan bisa dilaksanakan, tapi kenyataannya memang si penyelenggara umrah tidak ada profit. Melihatnya harus jernih juga,” papar Widodo.

Widodo pun telah menyambangi kantor SBL di Bandung untuk mengkonfirmasi dan memberikan teguran langsung bersama Satgas Waspada Investasi. Dalam pertemuan tersebut manajemen SBL mengaku siap untuk memberangkatkan 3.000 jamaah pada akhir Januari ini.

“Kami sudah panggil dan mereka bersedia menyelesaikan pemberangkatan 3.000 jamaah pada akhir Januari ini. Kami juga sudah berkomunikasi dengan akuntan publik untuk melihat kondisi keuangan mereka,” terang dia.

Widodo menegaskan jika janji tersebut tak terealisasi Kemenag akan mengambil langkah tegas berupa sanksi administrative  kepada SBL. Paling berat ancamannya adalah pencabutan izin operasional sehingga perusahaan tidak bisa menyelenggarakan umrah maupun haji lagi, seperti yang sudah dilakukan pada First Travel dan Hannien Tour.

“Kami harapkan SBL dapat menjalankan komitmennya akhir Januari sudah tuntas (pemberangkatan jamaah). Kalau tidak, sanksinya bisa kami cabut, tidak bisa menyelenggarakan kegiatan umrah maupun haji lagi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY