Tak Lama Lagi, Jemaah Haji Asal Jawa Barat Berangkat Lewat Bandara Kertajati Majalengka

0
55

lanskap-maket-proyek-pembangunan-bandara-internasional-kertajati-di-kab-majalengka-_160115134035-892HAJIUMRAHNEWS – Bagi calon jemaah haji asal Jawa Barat, kini tak perlu jauh lagi menuju Bandara Soekarno Hatta untuk keberangkatan ke tanah suci. Pasalnya, sekarang ada wacana untuk memindahkannya ke Bandara Kertajati yang ada di Majalengka. Menteri Agama sendiri, yaitu Lukman Hakim Saifuddin masih terus meninjau kesiapan sarana dan prasarananya. Bandara Kertajati sendiri mulai beroperasi tahun ini, tepatnya Juni 2018.

“Tentu akan kita lihat perkembangannya, kapan mulai beroperasinya, kelengkapannya dan segala sesuatu yang terkait dengan standar minimal penetapan sebuah bandara,” kata Lukman usai menghadiri acara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama (Kemenag) ke-72 di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jumat (5/1).

Menurut Lukman, pihaknya harus berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan dan sejumlah maskapai. Yang jelas, diakuinya, dengan beroperasinya Bandara Kertajati dapat memudahkan para jemaah haji asal Jawa Barat untuk berangkat menuju tanah suci. Prinsip Kemenag, semakin banyak embarkasi maka semakin baik karena akan memudahkan jemaah haji.

“Semakin mendekatkan layanan jemaah kepada bentuk fasilitas pelayanan itu sendiri, kami akan semakin senang,” ujarnya.

Kita ketahui bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan agar pembangunan Bandara Kertajati dapat segera beroperasi pada Juni 2018. Bandara bertaraf Internasional tersebut sampai akhir Desember 2017, pembangunannya dari sisi darat sudah mencapai 85 persen.

Jika Bandara Kertajati sudah dibuka pada Juni 2018 maka para jemaah haji asal Jawa Barat dapat langsung berangkat menuju tanah suci melalui Bandara Kertajati, tanpa harus menuju Bandara Soekarno Hatta. PT BIJB selaku pelaksana pembangunan dan pengoperasian bandara telah menyatakan kesiapannya terkait pelayanan calon haji 2018.

Direktur PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra menyampaikan, pihaknya telah mempersiapkan fasilitas lounge haji dan umroh seluas 1.300 meter persegi. Fasilitas tersebut berada di lantai tiga area terminal bandara. Kemudian, untuk kesiapan lainnya seperti akses jalan non-tol, PT BIJB bersama Pemerintah Daerah Majalengka sudah memulai melakukan pengerjaan fisik.

“Akses itu mengambil jalan lurus sepanjang 1,8 kilometer. Sedangkan untuk akses tol Pemprov Jabar saat ini sedang melakukan pembebasan lahan sepanjang 3,8 kilometer. Akses tol tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan Tol Cipali,” kata Virda lebih lanjut.

Ia menginformasikan, runway yang ukurannya harus 3.000 x 60 meter supaya bisa menampung pesawat berbadan lebar Seperti Boeing 777, saat ini sedang disiapkan Kemenhub selaku pelaksana pembangunan sisi udara. Pada Januari 2018, runway bandara sudah terbangun 2.500 meter dan sudah dilengkapi komponen lainnya untuk membantu penerbang melakukan prosedur terbang dan pendaratan. (Kun)

LEAVE A REPLY