Ternyata, Hannien Tour Bangkrut Karena Gaji Direkturnya Sangat Tinggi

0
197

Hannien-TourHAJIUMRAHNEWS – Hannien Tour, penyelenggara haji dan umrah, diduga telah bangkrut sehingga tak mampu memberangkatkan ribuan jamaahnya ke tanah suci. Padahal, jauh-jauh hari mereka sudah bayar.

Selidik punya selidik ternyata hal ini disebabkan, salah satunya karena gaji para direkturnya tinggi-tinggi sehingga cost pengeluarannya membengkak.

Sebagaimana informasi yang berkembang, gaji seorang direktur utama di Hannien Tour adalah sebesar Rp 75 juta, sedangkan gaji untuk para direkturnya sebesar Rp 35 juta. Gaji sebesar ini untuk ukuran sebuah travel haji dan umrah tentu saja sangatlah besar. Karena itu, banyak orang yang mempertanyakan, atas dasar apa mereka mendapatkan haji sebesar itu.

Apakah karena mereka punya perusahaan sendiri? Ataukah karena hal yang lain? Hanya mereka yang tahu jawabannya.

Dengan kondisi seperti itu, jelas saja, jika pundi-pundi keuangan Hannien Tour tersedot habis. Sehingga yang sedianya uang itu untuk keberangkatan jamaah, malah masuk ke kantong-kantong mereka sendiri.

Soal gaji besar ini hanyalah salah satu sebab saja. Sebab lainnya sudah pasti ada seperti yang berkembang, yaitu adanya mismanagament antara pusat dan cabang (daerah) soal besaran harga umrah.

Terlepas dari semuanya itu, yang jelas, fakta ini telah menunjukkan bahwa sistem di perusahaan Hannien Group, termasuk soal cash flow tidak sehat. Hal inilah yang membuat perusahaan ini bangkrut sehingga tidak bisa memberangkatkan jamaahnya.

Hannien Tour sendiri akhirnya dibekukan izin operasionalnya oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada tanggal 30 Desember 2017. Perusahaan ini sudah tak bisa lagi menjual produk haji dan umrahnya. Bahkan, kedua tersangkanya yang bernama Farid Rosyidin (45), Direktur Utama dan Avianto Boedhy Satya (50), Direktur Keuangan, sudah ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Mereka ditangkap pada hari Jumat (22/12/2017) di Cibinong, Bogor, Jawa Barat setelah sebelumnya mereka dipanggil dua kali tapi tak pernah datang.

Kasus Hannien Tour ini hendaklah dijadikan pelajaran untuk travel-travel lainnya agar lebih berhati-hati dalam mengendalikan perusahaannya, jangan sampai mengalami kebocoran cash flow. (Kun)

LEAVE A REPLY