CATATAN AKHIR 2017 (7): Ribuan Jamaah SBL Terancam Tak Punya Tempat Tinggal di Mekah

0
12294

IMG-20171231-WA0001HAJIUMRAHNEWS – Jamaah umrah dari travel SBL (Solusi Balad Lumampah) terancam kehilangan tempat tinggalnya selama mereka berada di Mekah. Pasalnya, pihak hotel yang menjadi tempat tinggal mereka mengancam akan mengeluarkan mereka jika tunggakan mereka sebesar 4 milyar tidak dibayarkan.

Informasi ini didapatkan dari screenshoot atas nama SBL Pak Fuad Tour & Travel yang beredar di media sosial. Dalam screenshoot tersebut tertulis demikian, “Pak sekarang di mekah jam 04.05 semalam kami para pembingbing dan mutowif di kumpulkan dari pihak broker hotel SBL harus melunasi kewajiban nya sebesar 4 milyar. Minimal dibayarkan dulu 1 milyar dan jaminan sebuah mobil Ferrari atau Hammer di beri tenggang waktu sampai jam 12 siang waktu mekah.”

Lebih lanjut, Pak Fuad pun menulis, “Se andainya SBL tidak bisa memenuhi kewajibannya maka semua jamaah SBL di minta untuk meninggalkan hotel dan semua paspor jamaah ditahan sebagai jaminan. Mohon arahan dan solusi yang terbaik bagi semua. Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar yang terbaik Aamiiin.”

Bunyi dan tulisan dalam screenshoot tidak kami kurangi atau tambahkan, demikian adanya. Dengan beredarnya screenshoot ini maka jamaah umrah yang dirugikan karena ulah biro atau travel yang tidak bertanggung jawab semakin bertambah.

Beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh berita ribuan jamaah umrah First Travel yang gagal berangkat. Kini, jamaah umrah justru sudah berada di tanah suci, tetapi terancam kehilangan tempat tinggal karena travel atau biro umrah yang memberangkatkan mereka belum bayar tagihan atau tunggakan bernilai milyaran rupiah.

Kasus ini tentu saja tidaklah mudah dan ringan, sebab hal ini terkait dengan ribuan orang dan kekhusyukan mereka dalam beribadah umrah.

Bila kita menelusuri jejaknya, sesungguhnya SBL yang beralamat di Jl. Asia Afrika 141-149 Bandung Jawa Barat, Indonesia ini adalah travel yang cukup besar karena ia memiliki banyak cabang di berbagai daerah. Meski baru berdiri tahun 2011, tapi sudah puluhan ribu jamaah yang diberangkatkan melalui travel ini.

IMG-20171231-WA0003

Sayangnya, pihak AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Dan Umrah Republik Indonesia) sendiri sudah mencabut keanggotan SBL. Pencabutan keanggotaan biasanya terkait oleh pelanggaran yang dilakukan oleh travel tertentu dan kode etik yang tak bisa dilaksanakan olehnya terkait organisasi travel haji dan umrah.

Dengan mencuatnya kasus ini, travel manapun harus lebih berhati-hati dalam menjalankan usahanya. Meski bagaimanapun kepuasaan jamaah adalah prioritas yang paling utama. Dari uang jamaah sebuah travel bisa hidup dan karena mereka pula sebuah travel bisa gulung tikar. Karena itu, harus ada hubungan simbiosis mutualisme antara jamaah dengan pihak travel. (Kun)

LEAVE A REPLY