Masjid Islamic Center Samarinda, Masjid Terbesar & Termegah Kedua di Asia Tenggara

0
98
Masjid Islamic Center Samarinda, Kalimantan Timur
Masjid Islamic Center Samarinda, Kalimantan Timur

HAJIUMRAHNEWS – Kamu hendak jalan-jalan ke Samarinda, jangan lupa mampir ke Masjid Islamic Center. Selain untuk shalat, kamu bisa menikmati kemegahan masjid ini dan Sungai Mahakam yang ada di sekitarnya. Anggap saja kamu sedang “berwisata spiritual”.

Masjid Islamic Center Samarinda terletak di Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Ia merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Bangunan masjid ini memiliki 7 menara. Tinggi menara utamanya adalah 99 meter, diambil dari asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai, masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.

Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun.

Selain itu, pada area mighrab, dindingnya menggunakan marmer hijau dengan aksen kerawangan berjumlah 12 buah. Di dalam kerawangan ini terdapat speaker sebagai pengeras suara. Kemegahan area mighrab yang sekaligus sebagai ruang Imam makin terasa dengan adanya Mimbar untuk Khotbah menggunakan material kayu jati.

Sementara itu, plafon kubah utama yang berbentuk “Dome” menggunakan metal perforated dengan ornamen fuber reinforcement plastic yang dihiasai lampu lapis kaca patri pada bagian tengah paling atas. Pada plafon gypsum selain penerangannya menggunakan downlight, juga dihiasi dengan lampu-lampu gantung yang memperindah suasana. Posisi masjid yang sangat strategis di sisi Sungai Mahakam dipadu dengan  kemegahannya layak diberi predikat landmark kota penghasil batu bara tersebut.

Masjid ini juga dilengkapi dengan area parkir yang luas dan lapang. Konon area parkir bisa menampung 591 mobil dan 800 buah sepeda motor. Di area parkir itu pula, disediakan toilet pria dan wanita untuk para jamaah. Di lantai tersebut pula terdapat Ground water Tank (GWT) sebagai penampungan air bersih untuk toilet dan tempat wudhu.

Pembangunan masjid ini dimulai tahun 2000 di masa pemerintahan Gubernur Kaltim saat itu, Suwarna Abdul Fatah dengan menggunakan dana APBD. Pencanangannya dilakukan di Bontang, Kaltim, oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bersama dengan sejumlah proyek infrastruktur lainnya. Selanjutnya, peletakan batu pertama mulai dilakukan pada 5 Juli 2001 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri. Akhirnya diresmikan pada 12 Juni 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Proses perencanaannya sendiri melibatkan Konsultan Perencana Arsitektur PT. Anggara Architeam, Perencana Struktur PT. Perkasa Carista Estetika, Perencana M&E oleh PT. Meco Systech Internusa dan Perencana Estetika Biro Arsitektur Achmad Noe’man. Konsultan pengawas yang mengawasi jalannya pembangunan ICS Kaltim dipercayakan kepada PT. Adiya Widyajasa, sedangkan pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada Kontraktor PT. Total Bangun Persada Tbk.

Demikian sekilas tentang Masjid Islamic Center Samarinda. Bagaimana, keren bukan? (Kun)

 

LEAVE A REPLY