CATATAN AKHIR 2017 (5): Badai Salju di Jazirah Arab

0
252
Badai salju di Jazirah Arab ini terjadi tahun 2015, namun menjadi viral kembali di tahun 2017 setelah seseorang mengupload videonya.
Badai salju di Jazirah Arab ini terjadi tahun 2015, namun menjadi viral kembali di tahun 2017 setelah seseorang mengupload videonya.

HAJIUMRAHNEWS – Berita viral sepanjang tahun 2017 juga diwarnai oleh berita lama yang menjadi heboh setelah diupload kembali. Salah satunya adalah berita tentang negeri Jazirah Arab yang terkena badai salju. Peristiwa ini sebenarnya terjadi pada tahun 2015, namun karena akun facebook yang bernama Otiev Mustava mengaupload kembali video tersebut pada tanggal 7 Agustus 2017, jadinya berita itu viral kembali.

Ketika video tersebut diupload kembali, dunia maya sempat heboh. Anggapan bahwa kiamat sebentar lagi tiba menjadi perbincangan hangat menyikapi badai salju di jazirah Arab tersebut.

Hal ini terkait dengan hadits Nabi yang berbunyi, “Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai.” (HR. Muslim)

Sebagian netizen memberikan pengertian bahwa salju akan menghasilkan air dan air akan menumbuhkan rumput serta mengisi sungai-sungai. Ketika hal itu terjadi di Arab Saudi, kiamat sebentar lagi akan tiba. Padahal, bila kita mau jeli, badai salju sudah sering terjadi di Arab Saudi. Bahkan, sejak lama Arab Saudi sudah mengenal salju.

Salah satu bukti bahwa orang Arab sudah lama mengenal salju bisa dilihat pada tulisan ibn Hisyam mengenai riwayat Nabi Muhammad, di mana dia menceritakan bahwa darah Nabi Muhammad pernah dicuci dengan salju.

Ketika Muhammad berusia empat tahun, ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah.

Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detail bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.”

Peristiwa seperti itu juga terulang beberapa tahun kemudian saat Muhammad diisra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.

Terlepas dari cerita tersebut benar terjadi atau tidak, yang jelas ibn Hisyam sudah tahu apa itu salju. Jika ibn Hisyam yang hidup di abad ke 9 mengambil sebagian riwayat Nabi Muhammad dari tulisan ibn Ishaq yang hidup di abad ke 8, itu artinya bahwa orang Arab di abad ke 8 atau 9 sudah mengenal yang namanya salju. Artinya, salju bukan hal yang spesial bagi orang Arab di masa tersebut.

Namun, netizen tetap saja menganggap peristiwa badai salju itu sebagai tanda kiamat. Apalagi, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany pernah mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai. Sekarang salju di kutub utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

Demikian berita badai salju di jazirah Arab yang sempat menjadi viral di tahun 2017, meski beritanya terjadi tahun 2015. (Kun)

 

 

LEAVE A REPLY