CATATAN AKHIR 2017 (2) : Sederet Kasus Umrah Sepanjang 2017

0
848
Andika Surachman dihadirkan bersama Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, Tersangka kasus penipuan calon jemaah First Travel dihadirkan oleh pihak Bareskrim Mabes Polri saat pemaparan barang bukti penipuan di Gedung KKP, Selasa (22/8). (foto:ist)
Andika Surachman dihadirkan bersama Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, Tersangka kasus penipuan calon jemaah First Travel dihadirkan oleh pihak Bareskrim Mabes Polri saat pemaparan barang bukti penipuan di Gedung KKP, Selasa (22/8). (foto:ist)
Andika Surachman dihadirkan bersama Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, Tersangka kasus penipuan calon jemaah First Travel dihadirkan oleh pihak Bareskrim Mabes Polri saat pemaparan barang bukti penipuan di Gedung KKP, Selasa (22/8). (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS–Setelah kasus First Travel mencuat, sejumlah kasus pun bermunculan dengan korban yang tidak sedikit. Sepanjang musim umrah 1438H/2017M, ada beberapa kasus penipuan umrah berikut kerugiannya yang berhasil dihimpun redaksi.

Berikut beberapa kasus yang sejak 2017 masih ditangani oleh pihak yang berwajib, di antaranya:

  1. PT. First Karya Anugerah Wisata (First Travel) dengan total jumlah korban sebanyak 58.682 jamaah. Besaran dana yang dihimpun mulai dari umrah promo Rp 14,5 juta. Total kerugian mencapai Rp 848 m
  2. Kafilah Rindu Ka’bah (KRK) korbannya sebanyak 3.065 orang. Besaran dana yang dihimpun sebesar Rp 17 juta per jamaah dengan total kerugian sekitar Rp 50 miliar.
  3. PT Assyifa Mandiri Wisata dengan total jumlah korban sebanyak 000 jamaah. Dana yang dihimpun dari jamaah mulai dari Rp 11-23 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 milyar.
  4. Azizi Kencana Wisata (Azizi Travel) dengan total jumlah korban sebanyak 2.000 jamaah. Kisaran dana yang dihimpun sebesar Rp 20-24 juta (biaya umrah reguler) dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 40 milyar.
  5. PT. Utsmaniyah Hannien Tour (Hannien Tour) dengan total jumlah korban sebanyak 1.821 Dana yang dihimpun dari jamaah sebesar Rp 24-36 juta. Total kerugian mencapai Rp 43 milyar.
  6. Eko Agung Raharjo, Agen PT Rihlah Alatas Wisata dengan total jumlah korban sebanyak 141 jamaah. Dana yang dihimpun mulai dari Rp 13,5-16,5 juta per jamaah. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 3 milyar.
  7. PT Zherra Arung Mandiri dengan total jumlah korban sebanyak 137 jamaah. Dana yang dihimpun sebanyak Rp 14-17 juta. Total kerugian mencapai 2-3 milyar.
  8. Komunitas Jalan Lurus (KJL Tour) dengan total jumlah korban sebanyak 122 jamaah. Besaran dana yang dihimpun mulai dari umrah promo Rp 17-25 juta. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 1-2 milyar.
  9. PT Dahsyat Baitullah dengan jumlah korban sebanyak 77 jamaah. Adapun dana yang dihimpun sebanyak Rp 25 juta per Total kerugian mencapai lebih dari Rp 1 milyar.
  10. PT. Arca Perkasa dengan total jumlah korban sebanyak 76 jamaah. Dana yang dihimpun Rp 14 juta per jamaah. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari 1 milyar.
  11. PT Medina Zein Global Travelindo, Hermansyah, ditangkap kepolisian Bandara Soekarno-Hatta lantaran menggelapkan tiket dan visa calon jamaah umrah. Korban sebanyak 58 orang gagal berangkat karena tiketnya Dalam kasus ini total kerugian mencapai Rp 623 juta. (jab/hai)