IHW: Implementasi JPH Masih Belum Maksimal

0
34

HAJIUMRAHNEWS-Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah mendesak pemerintah agar serius memaksimalkan implementasi dari jaminan produk halal (JPH). Menurutnya, meski sudah tiga tahun disahkan implementasi UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU-JPH) masih belum maksimal.

Ikhsan khwatir belum maksimalnya implementasi ini bisa membuka kesempatan bagi korporasi atau produdes asing yang tak memperdulikan aspek kehalalan saat membawa produknya masuk pasar Indonesia. Hal ini, nantinya juga bisa mengancam jenis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) karena kalah saing dengan produsen besar di pasaran.

“Kalau pada produk UKM lokal bisa saja diberi toleransi sementara ini, tapi setidaknya implentasi UU-JPH itu terlebih dahulu harus diberlakukan pada produk luar negeri yang masuk dan beredar di pasar Indonesia,” ujar Ikhsan dalam Diskusi ‘Mandatory Sertifikasi Halal dan Keberlangsungan Dunia Usaha’ yang digelar IHW di Jakarta, Kamis (28/12).

Ikhsan mengungkapkan bahwa IHW sendiri telah menemukan beragam produk dari luar negeri di pasaran yang tak jelas status halal atau tidaknya. Hal ini membuktikan bahwa UU-JPH masih rapuh dan belum secara tegas diimlementasikan. Padahal, UU itu secara gamblang menyebut setiap produk yang masuk ke Indonesia wajib disertifikasi halal sesuai standar lembaga yang berwenang, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Jika produsen luar tidak mengikuti syarat ini, pihak berwenang seperti aparat bisa melakukan tindakan hukum berdasarkan UU yang ada,” papar Ikhsan.

Saat ini, UU-JPH tengah dimantapkan dan disusun aturan turunannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). BPJPH sebagai lembaga pemerintah yang berwenang menjalankan UU itu hingga kini belum beroperasi melayani kebutuhan sertifikasi halal. Rencananya, barulah pada 2019, BPJPH secara tegas memberlakukan aturan wajib sertifikasi bagi semua unsur, baik produsen luar negeri maupun dalam negeri, bahkan UKM.

LEAVE A REPLY