Setelah Menghajikan Ayah, Dua Minggu Kemudian Anak Ini Mendapatkan Balasan yang Luar Biasa

0
213
Rita bersama suaminya saat melakukan ibadah umrah pada tanggal 24 Februari 2010. Foto: Hun
Rita bersama suaminya saat melakukan ibadah umrah pada tanggal 24 Februari 2010. Foto: Hun

HAJIUMRAHNEWS – Ini sebuah kisah birrul waalidain (berbakti pada kedua orang tua). Sebuah kisah tentang bagaimana seorang anak menghajikan ayahnya yang sudah sepuh. Setelah menghajikan ayahnya, dua minggu kemudian ia pun mengalami kejadian yang luar biasa. Inilah kisahnya!

Namanya Rita. Dia menceritakan kisahnya pada saya sebenarnya beberapa tahun yang lalu. Namun, pada hari ini kisahnya sengaja saya tulis dan publish di media ini untuk dijadikan hikmah buat pembaca bahwa berbakti pada kedua orang tua itu adalah sebuah kewajiban bagi seorang anak dan tak ada ruginya, bahkan dibalas oleh Allah dengan balasan yang setimpal.

Semuanya berawal dari kematian sang ibunda pada tanggal 14 Desember 2007. Ternyata, kematian sang ibu membuat Rita menyesal seumur hidup.

“Penyesalan terbesar saya, saya tak sempat menghajikan ibu,” kisahnya pada saya lewat sebuah email.

Tak ingin terjadi lagi pada sang ayah, ia pun bertekad ingin menghajikan ayah. Niatnya ini diutarakan pada adik-adiknya, ternyata mereka menyambutnya dengan hangat. Mereka pun patungan hingga terkumpul uang sejumlah 20 juta. Dengan uang itu, sang ayah pun didaftarkan haji dan dapat jatah keberangkatan tahun 2014.

“Agak lama sih nunggunya tapi gak papa. Yang penting, ayah akhirnya berangkat haji,” ujar Rita.

Bagaimana reaksi ayah ketika mendengar ia akan dihajikan oleh anak-anaknya?

“Ayah terharu. Matanya sempat berkaca-kaca. Ayah bangga pada kami sebagai anak-anaknya,” ujar wanita kelahiran 31 Oktober 1968 ini.

Setelah itu Rita pun kembali menjalani aktivitas sehari-harinya sebagai pejabat lurah di salah satu perkampungan di Kalimantan. Di tengah penantian sang ayah berangkat haji, dua minggu kemudian sejak ia dan saudara-saudaranya mendaftarkan haji untuk ayahnya Rita mendapatkan kabar bahwa ia akan diberangkatkan umrah oleh Pemkot Kalimantan atas kinerjanya sebagai pejabat lurah yang sukses.

“Saya mendapatkan hadiah umrah dari pemerintah kota Palembang karena termasuk dalam daftar pejabat kelurahan yang berhasil turut merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2009 yang lalu. Apabila pembayaran PBB sudah tercapai minimal 90 persen sebelum jatuh tempo, 30 September 2009 maka akan mendapatkan hadiah umrah. Ternyata, saya bisa memenuhi target tersebut,” ujar Rita mengisahkan mulanya dapat hadiah umrah.

Rita berangkat umrah pada tanggal 24 Februari 2010 bersama 9 rekan pejabat kelurahan lainnya dan beberapa pegawai dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang.

“Ternyata balasan Allah itu luar biasa. Dia langsung membalas kebaikan saya pada ayah. Semoga ini jadi ladang pahala untuk saya dan adik-adik saya,” kisah Rita dengan penuh haru.

Namun, Rita tidak mau berangkat sendirian.

“Saya mengajak suami, tentunya dengan bayar sendiri,” ujarnya lebih lanjut.

Pada tanggal 4 Maret 2010, Rita dan suami pun kembali dari tanah suci dalam keadaan sehat walafiat. Alhamdulillah.

Demikian sebuah kisah tentang bagaimana berbakti pada orang tua akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang setimpal. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ibu Rita ini! Amien yra. (Kun)

 

LEAVE A REPLY