Kisah Pedagang Cilok yang Bisa Naik Haji

0
627
Darso dan istri
Darso dan istri

HAJIUMRAHNEWS– Kisah tentang pedagang kecil yang naik haji kembali muncul. Kali ini datang dari Banyumas. Namanya Darso Ahmad Surui (59) dan Saripah (51). Mereka adalah pedagang cilok asal desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Awalnya, Darso adalah seorang peternak bersama kakeknya. Namun, sejak sang kakek meninggal dunia tahun 1990-an, Darso beralih profesi ke jualan cilok di sekitar Kecamatan Ajibarang, Banyumas.

Awalnya, Saripah (istri) malu karena suami jualan cilok. Namun, lambat laun jadi bisa menerima karena keadaan menghendaki demikian. Bahkan, ia kemudian ikut membantu pekerjaan suaminya tersebut dengan membuat adonan cilok pada malam harinya.

Dari hasil jualan cilok ini, Darso bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Bahkan, bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung naik haji.

Awalnya, dalam berjualan cilok Darso pakai gerobak dorong. Namun, karena capek dan melelahkan, akhirnya ia pakai sepeda. Bahkan, sejak tahun 2010 ia mulai berjualan dengan menaiki sepeda motor. Ia mengaku, awalnya khawatir jualan cilok pakai motor, tapi akhirnya ia beranikan diri dan bisa. “Saya beranikan, sampai sekarang berjualan dengan naik sepeda motor ke Ajibarang ,” katanya.

Hinga kini, Darso telah memiliki reseller dan karyawan cilok di Ajibarang, sedang Istrinya di rumah membuka jasa jahit baju sembari mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Dari hasil jualannya tersebut, Darso bisa mengajak istrinya untuk pergi haji ke tanah suci tahun ini (2017). Ia berangkat bersama kloter 47 tangal 10 Agustus 2017 yang lalu.

Namun, seperti pepatah mengatakan di balik pria yang sukses selalu ada wanita yang hebat. Darso mengakui hal itu, ia tidak berjuang sendirian, istrinya Saripah selalu menemani perjuangannya dari awal hinga sekarang.

Selain itu, Darso juga mengaku ada hal lain yang membuatnya dan istri bisa berangkat ke tanah suci. Ia dan istri tidak pernah melupakan sang pencipta dari dirinya. Setiap saat ia selalu mengingat Tuhannya. “Gusti Allah baik sekali sama keluarga saya, tidak ada alasan untuk lupa beribadah,” katanya.

Saripah, setiap malam selalu melakukan sholat tahajud, dan siangnya tak lupa ia dirikan juga sholat duha untuk mendoakan suaminya.

‎Darso meyakini, rahmat yang ia dapatkan karena kerja kerasnya dibantu istri yang selalu mendoakan. Sepulang haji, ia mengungkapkan masih akan berjualan cilok di tempat yang sama. Ia tidak pernah mengenal kata gengsi atau malu meskipun sudah pernah ke tanah suci.

“Yang penting sehat, umur panjang, masih mampu berjualan ya tetap jualan, tidak pernah gengsi-gengsian,” katanya.

Kamu ingin pergi haji? Tak ada salahnya jika kamu mengikuti jejak Darso, yaitu jualan cilok. Eh bukan! Maksudnya, mengikuti kerja kerasnya. Selama kamu kerja keras, insya Allah cita-cita kamu akan tercapai, termasuk pergi haji. (Kun)

 

LEAVE A REPLY