Ciptakan Golden Moment Agar Hidupmu Selalu Top Performance

0
342
Foto: Kun
Foto: Kun

HAJIUMRAHNEWS– Siapa yang tak kenal sosok yang satu ini? Bersana Snada, namanya melanjung tinggi sebagai penyanyi religius kenamaan Indonesia. Kini, aktivitas nyanyinya memang tak lagi seaktif dulu karena terkadang ia juga menjadi master ceremony (MC) di berbagai acara, khususnya acara keagamaan, baik yang off atau on.

Ditemui saat menjadi pembaca acara di sebuah kegiatan Masjid Kita di Depok beberapa waktu yang lalu, lelaki yang bernama lengkap Agus Idwar Jumhadi ini membagikan pada kita perihal resep hidup. Cerna dengan baik pemikirannya, ya sahabat!

Menurut Agus, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang tidak enak (ujian). Namun, di satu saat ia juga punya kesempatan untuk bisa bangkit. Nah, inilah titik di mana ia harus bisa menggunakannya sebaik mungkin. Dalam bahasa Agus, inilah golden moment (kesempatan emas) kamu. Jangan pernah disia-siakan!

Ia kemudian menyontohkan wanita yang tiba-tiba mengenakan jilbab. “Pasti ada satu hal yang membuatnya berjilbab,” ujarnya. Nah, yang menjadi sebab itulah disebut golden moment.

Kita semua pernah memiliki golden moment. Sayangnya, kata Agus, hanya sekali-kali saja. Inilah bedanya kita dengan Nabi Muhammad saw. “Kalau Nabi, seluruh hidupnya adalah golden moment,” ujarnya.

Menurut Agus, golden moment itu sangatlah penting. Dengannya, kita bisa bangkit dari keterpurukan atau terus mempertahankan kebaikan dan kemajuan atau kesuksesan dalam hidup.

Namun, “Kenapa orang susah sekali menemukan golden moment itu?” Tanya Agus.

Sebab, “Kebanyakan di antara kita adalah menunggu, bukan mencari atau melahirkan. Kita baru bisa bangkit setelah terpuruk terlebih dahulu. Kita baru bisa berubah setelah dinasehati terlebih dahulu dan sebagainya,” katanya.

Padahal, menurutnya, golden moment itu bisa dibuat atau diciptakan. “Contohnya adalah Nabi. Seluruh hidupnya itu golden moment karena beliau sendiri yang menciptakan,” ujarnya lebih lanjut.

Mengapa kita perlu menciptakan golden moment? Menurut Agus, karena dengan menciptakan golden moment, kita akan selalu berada di top performance (sukses, akhlak yang baik, prestasi, dsb)

“Prestasi kita akan selalu terjaga dan perilaku kita juga akan senantiasa baik (mulia). Sebab, kita selalu melakukan hal-hal penting dalam hidup yang membuat kita selalu terpacu untuk menjadi orang yang lebih baik dan berguna untuk banyak orang,” ujarnya.

Menurut Agus, ada dua hal agar golden moment itu bisa kita bangkitkan, yaitu:

Pertama, tidak arogan. Yakni tidak merasa dirinya lebih baik dari siapapun sehingga dia bisa menerima kebaikan dari orang. Orang yang tidak arogan akan membuka hatinya untuk siapa saja, termasuk menerima kebenaran.

Kedua, banyak bersyukur. Yakni, orang yang selalu menerima dengan penuh keikhlasan segala pemberian Allah. Apa yang telah Allah beri adalah yang terbaik yang ia terima sepanjang ini. Inilah ciri orang yang pandai bersyukur. Orang seperti ini akan mudah menemukan golden moment dalam hidupnya.

Namun, menurut Agus, golden moment tidaklah cukup jika tidak ada golden action. Yaitu, tindakan nyata ke arah yang lebih baik. Misalnya, kita sedang melihat seorang ustadz berceramah. Dalam ceramahnya, sang ustadz menganjurkan akan pentingnya shalat dhuha karena bisa mengantarkan rejeki yang berlimpah pada kita. Itulah golden moment. “Namun, kalau setelah itu kita tidak shalat dhuha, ya percuma juga,” ujarnya sambil tertawa.

Setelah golden action, barulah global action. Yaitu, kita juga bisa mengajak orang lain untuk berbuat baik atau mengalami perubahan yang berarti. Jadi, golden action yang kita lakukan bukan untuk diri kita sendiri, tapi bisa kita bagi untuk orang lain. Sehingga orang lain pun akan merasakan dampak yang baik dari golden action kita.

Great, Mas Agus! (Kun)

LEAVE A REPLY