Lewat Celengan Ayam, Ibu Ini Akhirnya Pergi Haji

0
285

 

Foto: google
Foto: google

HAJIUMRAHNEWS– Berbagai cara dilakukan oleh orang agar bisa pergi haji. Kisah unik dilakukan oleh Maryani Sudira (63). Agar bisa pergi haji, ia harus menabung di celengan ayam dan pada bagian luarnya ditempel tulisan “ONH Tahun 1990-an”. Tujuannya, tentu, agar mengingatkan ia terus bahwa uang yang ada di dalam celengan tersebut khusus untuk pergi haji, bukan untuk yang lain.

Kepada hajiumrahnews ia mengatakan bahwa kebanyakan orang hanya ada keinginannya saja, tapi tidak dibarengi dengan tindakan. Karena itu, saat ia memutuskan ingin pergi haji, ia langsung membeli celengan ayam. “Betul saja, setelah saya menabung di celengan ayam, rejeki itu seolah lebih mudah dapatnya,” ujarnya berbagi tips.

Karena, baginya, seseorang tak cukup niat saja, jika tak ada tindakan. “Orang harus nabung dulu gimana caranya. Saat itu saya pakai celengan ayam,” ujarnya sambil tertawa.

Hal apa yang membuat Maryani begitu ngebet ingin ke tanah suci?

Tayangan televisi. Ya, siaran televisi yang kadang menyiarkan tentang aktivitas haji membuatnya sering menangis sendiri. “Kapan saya bisa ke sana?” tanya Maryani dalam hati.

Rasanya begitu terharu ketika melihat jamaah haji mengelilingi Ka’bah. “Air mata ini keluar begitu saja kalau sudah melihat begitu,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Akhirnya, Maryani membeli celengen itu yang ia dapatkan ketika berada di Padalarang Bandung. “Ketika melihat celengan ayam itu saya kok tiba-tiba ingin menabung untuk pergi haji,” katanya. 

Setelah punya celengan ayam, ia pun mulai menabung. Ada uang sedikit ia masukan ke celengan yang tak pernah ia ambil. Saat itu tahun 1986 dan Maryani ingin pergi haji tahun 1990. Jadi, ada waktu empat tahun untuk mengumpulkan uang.

Namun, rencananya ternyata agak meleset. Mengumpulkan uang ternyata tak semudah orang menyeberang jalan dari satu tepian ke tepian yang lain, apalagi untuk pergi haji. Akhirnya, setelah berjalan 9 tahun, tepatnya di tahun 1995, uang itu pun bisa terkumpul. Saat itu biaya haji sebesar 7,3 juta dan belum ada antrian panjang seperti sekarang. Saat itu juga ia akhirnya mendaftar haji dan setahun kemudian, tahun 1996, ia pun bisa berangkat ke tanah suci. Subahanallah!

Demikian kisah tentang bagaimana seseorang yang bisa pergi haji setelah menabung bertahun-tahun lewat celengan ayam. “Bukan bentuknya yang penting, tapi bagaimana kesungguhan kita dan diwujudkan dalam bentuk tindakan (menabung),” ujar Maryani yang juga seorang ustadzah menutup kisahnya yang luar biasa ini.

Anda ingin pergi haji? Menabunglah! (Kun)

 

 

LEAVE A REPLY