Lelaki Ini Membuat Nabi Menangis Ketika Thawaf

0
271

e31ace2a15a7c70645ad83df9ecd43b0_LHAJIUMRAHNEWS– Nabi memang beberapa kali terlihat menangis, terutama saat mengingat umatnya. Beliau juga pernah menangis ketika diperlihatkan kepadanya neraka.

Namun, ada seorang lelaki yang berhasil membuat Nabi menangis hingga Arsy Allah terguncang. Kisah ini terjadi saat Nabi melakukan thawaf (mengelilingi Ka’bah). Ketika itu, beliau melihat ada seorang lelaki yang juga melaksanakan hal serupa sembari berdzikir. Dzikir tersebut berbunyi, “Ya Karim! Ya Karim.”

Demikianlah lelaki yang berada di depan Rasulullah itu mengucapkan dzikirnya. Mendengar dzikir tersebut, Rasulullah kemudian mengucapkann lafadz ‘Ya Karim! Ya Karim!’ dan terus mengikuti si pria yang ada di depannya tadi.

Merasa ada yang membuntutinya dari belakang, si pria tadi pun merasa terheran. Akhirnya ia menepi ke sudut Ka’bah dan melanjutkan dzikirnya. Meskipun demikian, ternyata Rasulullah tidak berhenti menirukan lafadz yang diucapkan oleh pria tersebut.

Akhirnya si pria merasa bahwa dirinya tengah diperolok-olok orang yang tidak dikenalnya tersebut. Ketika menengok ke belakang, didapatinyalah sosok pria tampan dan rupawan yang belum pernah dijumpainya.

Kemudian dirinya berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau ini sengaja memperolok-olokku karena aku ini orang Arab Badui. Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku adukan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah saw.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah saw. tersenyum lantas bertanya, “Tidaklah engkau mengenaliku wahai orang Arab?” Si lelaki Arab menjawab, “Belum.”

Kemudian Rasulullah bertanya kembali,  “Jadi bagaimana kau bisa beriman kepadanya?”

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” ujar si Arab Badui tadi.

Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah saw. berkata, “Wahai orang Arab, akulah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”

Mendengar ucapan tersebut, si orang Arab merasa terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan saksikan, hingga membuatnya bertanya sekali lagi.

“Tuan ini Muhammad?”

“Ya.”

Setelah mendapat kepastian bahwa pria tampan yang berada di hadapannya itu adalah Nabi Muhammad, menunduklah si pria tadi sekaligus mencium kedua kaki Rasulullah. Seketika Rasulullah menarik dan membangunkan pria Arab tadi seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah engkau perlakukan aku seperti itu. Perbuatan semacam itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketauhilah kalau aku diutus Allah bukan untuk menjadi seorang yang takabur dan minta dihormati melainkan untuk membawa berita gembira.”

Pada saat itu, Malaikat Jibril turun ke bumi dan menemui Rasululllah saw. seraya memberitahu berita, “Ya Muhammad! Tuhan mengucapkan salam kepadamu dan berkata,Katakanlah kepada orang Arab itu supaya dia tidak terpesona dengan belas kasihan Allah. Ketauhilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya baik yang kecil maupun yang besar.” Setelah mengatakan hal tersebut, Jibril pun pergi lagi ke langit.

Orang Arab itu kemudian berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!”

Rasulullah saw. terkejut mendengar perkataan orang Arab tadi. Keheranan tersebut muncul karena sekilas si orang Arab tersebut seperti menantang Tuhan. Kemudian beliau pun memastikan, “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?”

Orang Badui itu kemudian berkata, “Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka akupun akan memperhitungkan betapa besarnya maghfirah-Nya. Jika dia memperhitungkan kemaksiatanku, maka aku akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Dan jika Tuhan memperhitungkan kekikiranku, maka aku akan memperhitungkan pula betapa Dia sangat Dermawan.”

Mendengar ucapan tersebut Rasulullah pun menangis. Beliau merasa sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh orang Badui tadi. Tangisan itu semakin menjadi hingga air mata Rasulullah membahasi janggutnya. Setelah itu, turunlah Jibril ke bumi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan as-salam menyampaikan salam kepadamu, dan berkata, ‘Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arsy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Katakanlah kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di surga nanti.”

Betapa sukanya orang Arab badui itu, ketika mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Demikian sebuah kisah bagaimana Nabi menangis karena seorang lelaki. Sungguh bahagia dan beruntung sekali orang itu! Sebab, orang termulia di muka bumi di mana kehadirannya membuat dunia dan seisinya ini diciptakan dibuat menangis karenanya. Semoga Nabi juga bisa menangis karena perbuatan-perbuatan baik kita dan cintanya kita kepada beliau. Amien yra.(Kun)

LEAVE A REPLY