AMPHURI-Uzbekistan Gali Potensi Kerjasama Wisata Halal dan Ziarah

0
406
Pertemuan antara DPP AMPHURI bersama dlegasi dari Pemerintah Uzbekistan membahas kerjasama dibidang pariwisata. (foto:hun)
Pertemuan antara DPP AMPHURI bersama dlegasi dari Pemerintah Uzbekistan membahas kerjasama dibidang pariwisata. (foto:hun)

HAJIUMRAHNEWS-Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) bersama dengan delegasi dari Pemerintah Uzbekistan menggelar pertemuan untuk menggali potensi kerjasama di bidang pariwisata halal dan ziarah tempat-tempat bersejarah, pada Selasa (19/12) di Kantor DPP AMPHURI-Jakarta.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum AMPHURI Joko Asmoro, Wakil Ketua Agil AlKaff, Dewan Penasehat AMPHURI Mahfudz Djaelani, Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Shavkat Jamolov, Delegasi Kementerian Agama Uzbekistan  Zulkhaedah Sulthon,Delegasi dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Wakil Gubernur Samarkand dan Imam Busar Masjid Al-Bukhari Uzbekistan beserta seluruhu pengurus  DPP AMPHURI.

Dalam pertempuan tersebut, AMPHURI mengutarakan ketertarikannya untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah Uzbekistan khususnya di sektor perdagangan dan pariwisata halal. Hal ini mengingat kedua Negara punya potensi pariwisata yang sangat menarik dan kaya akan nilai-nilai sejarah dan religi.

“Kami tertarik untuk lebih mengetahui perihal Uzbekistan. Melalui pertemuan ini, kedepannya semoga kita bisa menjalin kerjasama khususnya di sektor pariwisata halal. Kita bisa mempromosikan tempat bersejarah di Uzbekistan seperti  makam Imam Bukhari dan berbagai tempat lainnya. Sebaliknya mungkin pemerintah Uzbekistan juga bisa mempromosikan destinasi wisata kami disana,” kata Ketua Umum AMPHURI Joko Asmoro.

Joko berharap kedepannya rute penerbangan langsung dari Jakarta-Tashkent (Uzbekistan)-Jeddah bisa segera direalisasikan secepatnya. Karena hal rute ini bisa menjadi alternative bagi AMPHURI, untuk meramu paket perjalanan umrah plus Uzbekistan dan sangat berpotensi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia ke Uzbekistan.

“Namun, tentu saja kita juga harapkan timbal balik dari wisata inbound kita dari Uzbekistan seperti mengunjungi Bali dan 10 New Bali seperti Danau Toba, Kepulauan Seribu, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, Belitung, Tanjung Lesung, Gunung Bromo, Wakatobi hingga Morotai,” ujar dia.

Sementara itu, Delegasi Kementerian Agama Uzbekistan  Zulkhaedah Sulthon mengatakan bahwa potensi wisata halal dan ziarah di Uzbekistan akan sangat diminati oleh Indonesia. Apalagi Uzbekistan merupakan Negara tempat lahir dari ulama-ulama dan tokoh-tokoh berpengaruh di dunia Islam seperti Imam Bukhori, Imam Tirmidzi, Ibn Sina, Al-Biruni hingga Al-Khawarizmi.

“Dengan kultur masyarakat kedua negara yang sma-sama religious, tentu ini menjadi hal menarik untuk dikerjasamakan,”  papar Zulkhaedah.

Zulkhaedah berharap agar kerjasama kedua pihak segera terealisasi di tahun depan. “kami menanti kedatangan antum semua disana dan coba saksiakan hal-hal menarik yang ada disana. Karena di Negara kami ada sebuah pribahasa ‘lebih baik melihat sekali daripada mendengar seribu kali’,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY