Tukang Bakso Ini Tidak Menyangka Dapat Umrah Gratis

0
93
Hartono saat ditemui di tempat kostnya di Pasar Rabu. Foto: Eep
Hartono saat ditemui di tempat kostnya di Pasar Rabu. Foto: Eep

HAJIUMRAHNEWS– Maukah dapat umrah gratis? Semua orang pasti menginginkannya. Namun, tak semua orang bisa mendapatkan keberkahan ini. Salah satunya adalah seperti yang dialami oleh seorang penjual bakso bernama Hartono.

Hartono memang seorang penjual bakso, tapi ia bukanlah penjual bakso sembarangan. Ia adalah penjual bakso yang saleh, mungkin begitu penilaian saya ketika berbincang-bincang dengan dirinya.

Di sepertiga malam ia terjaga dari tidurnya untuk shalat tahajud. Dalam shalat-shalatnya, ia selalu memanjatkan doa, “Ya Allah, hamba yang dha’if (lemah) ini ingin sekali pergi ke tanah suci, kabulkanlah!”

Di pagi hari ia pun mengalokasikan sebagian waktunya untuk shalat dhuha. Doa yang dipanjatkan pun sama, ingin bisa pergi ke tanah suci. Bahkan, beliau sering berpuasa Daud. Kebiasaan ini sudah dilakoninya sejak 1997 hingga sekarang. Subhanallah!

Puasa Daud adalah puasa yang dijalankan selang-seling, sehari puasa dan sehari tidak. Di tengah teriknya kota Jakarta, berjualan bakso sambil berpuasa adalah sesuatu yang tak mudah. Tidak semua orang bisa melakukannya, tapi Hartono membiasakannya.

Suatu kali Hartono membeli sebuah majalah Islam. Jarang-jarang ia membeli majalah, apalagi majalah yang sedang dibelinya itu. Tapi, Allah menggerakkan hatinya untuk membeli majalah tersebut karena ada sesuatu yang sedang Allah perlihatkan kepadanya.

Singkat kata, majalah Islam itu pun dibelinya. Satu-persatu ia membuka lembaran majalah untuk dibacanya. Tiba-tiba ia melihat ada undian berhadiah. Yang menarik perhatiannya adalah undian tersebut berhadiah umrah gratis. “Coba ah! Barangkali ini rejeki saya,” bisik Hartono dalam hati.

Besok pun ia ke kantor pos untuk mengirim undian berhadiah umrah tersebut. Setelah itu, ia tak lagi memikirkannya. “Menang Alhamdulillah, gak juga gak papa,” ujar Hartono pada hajiumrahnews.

Waktu terus berjalan dan mungkin Hartono sudah melupakannya. Tiba-tiba ia mendapat telpon dari orang yang tak dikenalnya.

“Assalamu ‘alaikum. Bisa bicara dengan Bapak Hartono?”

“Ya, saya sendiri. Bapak siapa ya?”

“Saya dari majalah Islam. Selamat Bapak memenangkan undian hadiah umrah. Silakan besok atau lusa datang ke kantor kami untuk melengkapi berkas,” ujar lelaki dari balik gagang telpon.

“Baik, Pak,” jawab Hartono masih tidak percaya.

Hartono gembira bukan kepalang. Lewat sebuah majalah, Allah mengabulkan doa-doanya selama ini. Ternyata, Allah memang tidak tidur. Kabar gembira ini pun ia bagikan pada sanak keluarganya di kampung.

Seperti yang dialami Hartono pertama kali, keluarga besarnya di kampung pun mendengarnya tak percaya. Setelah diyakinkan oleh Hartono bahwa itu adalah fakta, mereka pun turut bergembira dan bersyukur atas kenikmatan yang tak terhingga ini.

Pada tahun 2011 akhirnya Hartono pun berangkat umrah.

Demikian kisah seorang pedagang bakso yang mendapatkan berkah untuk bisa pergi umrah karena doa-doa yang dipanjatkannya. Semoga kita bisa belajar dari kisah nyata ini bahwa tidak ada yang mustahil bagi kita untuk bisa mewujudkan mimpi. “Jika Allah sudah berkehendak, apapun bisa terjadi,” ujar Hartono menutup kisahnya ini.

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY