Menentukan Haji Mabrur, Bisa Dilihat dari 3 Hal Ini

0
842

210711_SOLO_PGOT4HAJIUMRAHNEWS– Meraih haji mabrur adalah impian semua jamaah haji. Namun, bagaimana cara untuk melihat seseorang telah mendapatkan haji mabrur atau tidaknya? Tiga hal ini bisa menjadi patokannya.

Dengan kata lain, seseorang yang telah meraih haji mabrur dipastikan akan melakukan tiga hal ini. Jika tidak, kemabrurannya diragukan. Tiga hal itu sebagai berikut:

Pertama, santun dalam berbicara (thayyibul kalam).

Seseorang dapat meraih haji mabrur, bisa dilihat dari caranya berbicara sepulang dari haji. Jika ia semakin lembut dalam berkata-kata, kemungkinan besar ia telah meraih haji mabrur.

Dalilnya adalah sebagaimana dikutip Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari-nya, “Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Al-Hakim berkata bahwa hadits ini sahih sanadnya tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”

Kedua, menyebarkan perdamaian (ifsya’us salam).

Ciri yang kedua dari seseorang dapat meraih haji mabrur atau tidak adalah terlihat dari gaya hidupnya sehari-hari. Jika ia senang menyebar kedamaian, berarti hajinya mabrur. Sebaliknya, jika ia suka menebar kebencian, permusuhan, berita hoax, dan sebagainya, sudah dipastikan bahwa hajinya tidak mabrur.

Para sahabat pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?” Rasulullah menjawab, “Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)

Hadits ini divonis munkar syibhul maudhu’ oleh Abu Hatim dalam kitab Ilal ibn Hatim, tetapi ada riwayat lain yang marfu’ dan memiliki banyak syawahid. Bahkan divonis Shahihul Isnad oleh Al-Hakim dalam kitab Mustadrak-nya, walaupun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.

Ketiga, memiliki kepedulian sosial yaitu mengenyangkan orang lapar (ith‘amut tha‘am)

Ciri yang terakhir adalah punya kepedulian sosial yang tinggi. Salah satunya adalah suka menolong orang, memberikan makanan kepada orang yang lapar, dan sebagainya.

Dalilnya sama, yaitu haji mabrur adalah “Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)

Dari tiga ciri ini, bisa disimpulkan bahwa predikat mabrur yang diraih oleh seorang yang telah menjalankan ibadah haji sebenarnya tidak hanya memberikan dampak terhadap kehidupan orang tersebut, melainkan juga berdampak besar kepada sisi sosial di lingkungan orang yang berangkat haji tersebut. Wallahu a‘lam. (Kun)

LEAVE A REPLY