Karena Amalan Ini, Ibu Guru Fifi Bisa Pergi Haji

0
184
Foto: dokumentasi pribadi
Foto: dokumentasi pribadi

HAJIUMRAHNEWS– Anda belum pergi haji, meski berbagai upaya telah dilakukan? Coba amalkan kebiasaan ini! Insya Allah, Allah akan mengabulkan permintaan Anda. Anda tidak percaya? Sebaiknya baca dulu kisah nyata berikut ini.

Nama lengkapnya adalah Fifi Fitriyani, tapi sehari-hari ia cukup dipanggil Fifi. Karena ia seorang guru di SDIT Al Iman, Depok, maka ia dipanggil Ibu Fifi. Sebagai seorang muslimah, ia begitu menginginkan bisa pergi haji. Tapi, dari mana uang itu? Ia hanyalah seorang guru. Jangankan berpikir untuk ke tanah suci, bisa makan dan minum yang layak sehari-hari saja sudah alhamdulillah.

Namun, Fifi bukanlah potret muslimah yang cepat putus asa. Ia punya tekad dan niat yang sangat kuat. Pokoknya, ia harus bisa ke tanah suci –bagaimana pun caranya.

Maka Fifi pun mulai menabung sedikit demi sedikit. “Saya sedang menempuh pendidikan S2, jadi uangnya kesedot ke sini,” ujarnya berterus terang.

Namun, tekad untuk bisa ke tanah suci terus menghantui pikiran Fifi. Apalagi, ketika menyadari di depan matanya sendiri bahwa suaminya akan pergi haji karena dibiayai oleh orang tuanya (mertua Fifi) tanpa mengajak dirinya, maka Fifi pun semakin kuat untuk bisa pergi haji bersama-sama.

Maka ia pun nekad datang ke seorang ulama di Banten yang tidak lain merupakan kakeknya sendiri dan minta amalan agar bisa pergi haji. Sang kakek yang bernama almarhum KH. Hasan Basri itu pun memberikan amalan untuknya, yaitu membaca istighfar dan shalawat Nabi sebanyak 100 kali setiap habis shalat dhuha.

Amalan itu lalu dipraktekkan oleh Fifi setiap hari, yakni setiap habis shalat dhuha. “Alhamdulillah, sejak itu rejeki saya ada saja sehingga bisa menabung,” ujarnya lebih lanjut.

Makin lama tabungan Fifi semakin banyak sehingga pada tahun 2005 ia dan sang suami bisa mendaftar haji. Dua tahun kemudian, tahun 2007, mereka pun akhirnya bisa berangkat ibadah haji ke tanah suci.

 

Tak Berhenti Menangis

Menurut pengakuan Fifi, ketika dalam perjalanan menuju tanah suci, ia tak berhenti-henti menangis ketika masih ada di dalam pesawat. Sebab, ia masih merasa tidak percaya bahwa dirinya dan suami akhirnya benar-benar sedang dalam perjalanan ibadah haji. Terkadang, hal itu dirasakannya seperti mimpi.

Yang dilakukannya sepanjang itu, “Saya hanya banyak bersyukur pada Allah. Saya perbanyak baca shalawat,” ujarnya.

Namun, perasaan paling haru yang ia rasakan tentu saja saat berada di dekat makam Nabi saw. “Saya merasakan kalau Nabi ada di dekat saya. Saya pun tak kuasa menangis tersedu-sedu,” kenangnya –bila mengingatnya lagi, Fifi mengakui suka keluar air mata dengan sendirinya.

Demikian juga saat berada di raudhah, ia kembali menangis. “Saya sendiri tidak mengerti kenapa rasa ini tiba-tiba muncul,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Fifi pun kembali menangis saat memasuki Masjidil Haram dan melihat Ka’bah. “Ternyata, arah kiblat yang selama ini saya hadap ketika shalat kini ada di depan saya,” bisik Fifi kala itu.

Puncaknya adalah ketika thawaf wada’ (perpisahan), ia menangis lagi dengan tersedu-sedu. “Saya masih betah, tak kuasa meninggalkan kota suci ini,” ujarnya.

Tapi, Fifi harus pergi. Ia dan suami pun pulang meninggalkan kota suci dan kembali ke kampung halaman dengan segala pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidup.

Kini, “Saya ingin pergi lagi ke sana,” ujarnya menutup kisah ini.

Demikian kisah nyata yang dialami oleh Fifi. Karena tekad kuat disertai amalan shalawat yang sering dibacanya setiap habis shalat dhuha, ia pun bisa pergi haji.

Anda ingin pergi haji? Tidak ada salahnya untuk membiasakan amalan ini. Selamat mencoba! (Kun)

 

 

LEAVE A REPLY