Hal-hal yang Harus Disiapkan Saat Berumrah di Musim Dingin

0
251

suasana masjidil haram saat musim dingin tiba. (foto:ist)
suasana masjidil haram saat musim dingin tiba. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Pada bulan Desember 2017 hingga Februari 2018, cuaca di Arab Saudi mulai memasuki musim dingin. Seorang peneliti astronomi dan anggota Uni Arab untuk Astronomi dan Ilmu Luar Angkasa (AUASS) Khalid Al-Za’aq mengungkapkan bahwa pada mudim dingin tahun ini cuaca di tanah suci diperkirakan mencapai 26 drajat dan akan turun secara bertahap hingga angka di bawah 10 drajat celcius.

Bagi para peziarah yang akan melaksanakan umrah di bulan-bulan ini tentunya harus memiliki persiapan ekstra untuk mengindarkan halangan-halangan yang bisa mengganggu pelaksanaan ibadah di tanah suci. Untuk itu, berikut hal-hal yang mesti dipersiapkan bagi para peziarah muslim yang hendak melaksanakan umrah di musim dingin:

  1. Rajin Berolahraga

Umrah merupakan ibadah yang menuntut kesiapan fisik bagi yang menjalankannya. Untuk itu, bagi jamaah yang hendak melaksanakan umrah, khususnya pada periode cuaca ekstrim musim dingin/panas sebaiknya  mulai memperhatikan jam-jam olahraga dalam rangka menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca disana.

Biasakan sudah mulai rutin melaksanakan ibadah umrah sebulan sebelum waktu keberangkatan ke tanah suci.Pilihlah waktu pagi hari dimana udara masih sejuk. Untuk meningkatkan stamina fisik atau daya tahan tubuh, anda dapat melakukan jogging dengan durasi kurang lebih 30 menit. Anda dapat menambah porsinya per dua minggu sebanyak 15 menit.

2.      Lakukan Aklimatisasi

Aklimatisasi artinya penyesuaian (diri) dengan iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru. Maksudnya, saat tiba di tanah suci dan berhadapan langsung dengan cuaca dingin usahakan lakukan penyesuaian diri dengan lingkungan baru dan jangan langsung menggunakan jaket.

Ambil nafas panjang dan peregangan tubuh selama 15 menit untuk membiasakan diri dengan cuaca dan kondisi baru. Hal ini dilakukan supaya tubuh anda tidak terlalu kaget terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara.

3.      Membawa Pakaian Hangat dan Tebal

Jangan lupa membawa jaket dan jenis pakaian yang tebal dan panjang. Jika bisa, pilihlah jaket berbahan wool atau polar sehingga bisa menjaga kehangatan tubuh. Hindari bahan-bahan sintetis sejenis parasut karena ini tidak akan membantu menghangatkan tubuh.

4.      Siapkan Obat-obatan dan Suplemen

Bagi jamaah yang memiliki rekam jejak medis, disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu da membawa obat-obatan sebagai bekal antisipasi di tanah suci.

Selain itu, bisa juga meminta saran untuk suplemen yang bisa dikonsumsi untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama di tanah suci. Suplemen yang dimaksud tidak harus dalam bentuk kemasan kimia bisa juga asupan suplemen herbal berbahan dasar jahe.

Jangan lupa bawa persediaan obat-obat alergi dingin dan obat-obat flu, pilek, batuk dan radang. Keempat penyakit tersebut seringkali menimpa para jamaah saat kondisi cuaca dingin.

5.      Sediakan Masker Mulut

Masker mulut bisa membantu menjaga hidung dari hembusan angin musim dingin untuk  mencegah terjadinya penyakit influenza dan resiko bibir pecah-pecah.

6.      Membawa Krim Pelembab

Pilihlah pelembab dengan kadar moisturizer yang tinggi. Bisa juga membeli pelembab sejenis jeli bening yang akan membantu anda mengurangi kulit kering. Kulit kering yang dibiarkan akan menyebabkan anda gatal-gatal karena kulit anda merekah.

7.      Minum Yang Cukup

Udara dingin dan kering bisa membuat dehidrasi. Kurangi minum-minuman yang dingin dan terlalu manis karena bisa memicu terjadinya radang. Jika memungkinkan selalu bawa botol minum kecil (seukuran 300 ml) sehingga anda dapat selalu refill air tersebut dengan air zam-zam. Usahakan memium air minimal 3 liter per hari.

8.      Sediakan Sarung Tangan dan Kaus Kaki Cadangan

Kaus kaki tebal dan sarung tangan bisa membantu melindungi kaki dan tangan dari sengatan dingin. Bagi jamaah laki-laki, usahakan membawa syal sebagai pelindung leher saat menggunakan kain ihram. Siapkan setidaknya 2 pasang sarung tangan dan 5 pasang kaus kaki tebal untuk perjalanan umroh Sembilan hari.

9.      Membawa Persediaan Minuman Jahe

Jahe dikenal sebagai penghangat tubuh yang ampuh. Jika perut anda tidak cocok dengan kopi, teh dan susu, anda bisa membawa minuman jahe sachetan sebagai persediaan ketika perut anda kembung atau kedinginan. Jika anda menghindari kandungan gula didalamnya, anda bisa membawa dalam bentuk jahe utuh supaya lebih segar. Cukup geprek jahe dan seduh dengan madu dan air panas.

 

LEAVE A REPLY