Pererat Kekeluargaan, Tazakka Gelar Family Gathering

0
43
Keuarga besar Pondok Modern Tazakka foto bersama saat Family Gathering, di Gucci-ku, Selasa-Rabu (12-13/12)
Keuarga besar Pondok Modern Tazakka foto bersama saat Family Gathering, di Gucci-ku, Selasa-Rabu (12-13/12)

HAJIUMRAHNEWS – Tiap tahun, Pondok Modern Tazakka mengadakan Family Gathering pada, Selasa-Rabu (12-13/12). Jika tahun sebelumnya, kegiatan serupa digelar Kaliurang Yogyakarta, maka tahun ini, Tazakka menggelarnya di Hot Water Boom, Guci-ku, Tegal, Jawa Tengah.

Juru bicara Panitia, Ustadz Alam Mahardika, dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com pada Rabu (13/12) mengatakan, Family Gathering kali ini diikuti sekitar 190-an peserta, lebih banyak dibanding tahun lalu.  Hal itu dikarenakan Pimpinan Pondok menghendaki agar peserta Family Gathering diperluas tidak hanya terbatas para guru dan keluarganya saja, tetapi juga para anshar Tazakka dan beberapa unsur luar lain.

“Ya, tahun ini cukup banyak yang ikut, ada 3 bus dan beberapa mobil kecil, dan hampir semua unsur ada, dari Pimpinan Pondok, Pengurus Yayasan, Guru-guru dan keluarganya, karyawan pondok, para Anshar Tazakka dan juga diikuti oleh sahabat-sahabat Pimpinan Tazakka dari komunitas Forum Kiai-kiai Muda yang ada di daerah Tegal, Brebes dan Banyumas yang dekat dengan lokasi,” tutur Alam.

Untuk itu, panitia menyewa sebuah tempat wisata Guci-ku, Tegal secara eksklusif selama dua hari agar bisa menampung 190an orang. “Alhamdulillah kita dapat tempat yang representatif dalam satu lokasi, jadi eksklusif kita booking semua, 35 kamar, kolam renang, area bermain anak, aula, tempat makan dan lain-lain, semuanya di satu tempat,” lanjut Alam.

Pimpinan dan Pengasuh Tazakka Kyai Anang Rikza Masyhadi menegaskan bahwa sunnah atau tradisi family gathering bernilai mahal. “Bukan mahal ongkosnya saja, tetapi mahal nilainya karena kebersamaan itu sendiri adalah sesuatu yang mahal sekali, karena dengan kebersamaan kita dapat mengembangkan pondok kita tercinta ini dengan totalitas, jadi kebersamaan untuk masa depan pondok,” paparnya.

“Guru-guru ini perlu refreshing juga bersama keluarganya semua, tetapi refeshing yang kita kemas dalam konteks produktifitas pondok, karena mereka nyaris tidak pernah istirahat mengasuh dan mendidik santri, kan di pondok hakekatnya tidak ada hari liburnya,” imbuh Kiai Anang.

Ustadz Tahrudin, sesepuh Desa Cepoko, desa samping pondok, yang ikut dalam acara itu mengaku heran, pasalnya baru pertama kali mengikuti family gathering, namun nampak sekali keakraban antara guru-guru Tazakka dan keluarga terhadap sesama dan juga para anshar, serta nampak tidak ada sekat-sekat perbedaan status dan lain sebagainya.

Bahkan, imbuhnya, kiainya dan Pimpinan Tazakka sangat familiar dan menyatu dengan peserta lainnya, serta nilai-nilai yang disampaikan luar biasa, menyentuh hati dan menggugah semangat. (hai)

LEAVE A REPLY