Indonesia Kecam Sikap Trump Soal Yerusalem

0
21
Presiden Joko Widodo saat memberi tanggapan atas pernyataan Presiden Donald Trump terkait Yerusalem. (foto:kemenag)
Presiden Joko Widodo saat memberi tanggapan atas pernyataan Presiden Donald Trump terkait Yerusalem. (foto:kemenag)

HAJIUMRAHNEWS-Presiden Joko Widodo mengecam sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trum yang secara terang-terangan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan berencana memindahkan kantor Kedutaan Besar AS dari tel Aviv ke Yerusalem.

 “Israel adalah negara yang berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnya untuk menentukan dirinya sendiri,” begitu pernyataan Donald Trump dari Gedung Putih belum lama ini.

“Mengakui hal ini sebagai fakta adalah syarat mutlak untuk mencapai perdamaian. Inilah saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Trump lagi dengan dalih perdamaian dan toleransi.

Menanggapi hal ini Presiden Jokowi pun meminta agar AS mempertimbangkan keputusannya tersebut.  Menurut Jokowi  Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai reso|usi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dimana Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

“Saya dan Rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945,”  kata Presiden Jokowi saat sesi jumpa pers di Istana Negara, Kamis (7/12)

Sebagai langkah responsif terhadap hal tersebut, Jokowi mengungkapkan bahwa  Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama. Dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.

“Saya memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk Iangsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia,” ujar Jokowi.

Hadir mendampingi Jokowi Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir. (Jab)

LEAVE A REPLY