BPKH Siap Investasi di Arab Saudi

0
20
Ketua BPKH Anggito Abnimanyu. (foto:ist)
Ketua BPKH Anggito Abnimanyu. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memiliki amanat untuk mengelola dan investasi dana haji demi meningkatkan kualitas pelayanan peyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Salah satunya adalah memban

gun sarana dan prasarana untuk Jamaah haji Indonesia di Arab Saudi yang merupakan keinginan pemerintah sejak lama.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu menyatakan bahwa kehadiran BPKH, sallah satunya adalah untuk merealisasikan keinginan tersebut. Ia pun menegaskan kesiapannya untuk menyediakan fasilitas terbaik untuk jamaah haji di Arab Saudi dengan membangun sarana dan prasarana jamaah, salah satunya hotel.

“Kita akan mengajak kontraktor di Indonesia untuk membangun infrastruktur di Arab Saudi. Beberapa kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kita sudah berpengalaman di sana,” kata Anggito saat membuka Focus Group Discussion (FGD) BPKH di Jakarta, Rabu (06/12).

Anggito mengungkapkan, saat ini BPKH yang beranggotakan tujuh orang sedang menyiapkan pondasi agar tahun depan dapat beroperasi penuh. Saat ini, pihaknya tengah mengyusun tata kelola yang dan membuat organisasi yang nantinya mendukung gerak BPKH.

Nantinya, lanjut Anggito, BPKH akan bekerjasama dengan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA).

“Saat ini SMI sudah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang menjadi pijakan organisasi untuk melangkah,” tutur Anggito.

Sementara itu Anggota Badan Pelaksana BPKH, Benny Witjaksono mengatakan BPKH mulai bisa merealisasikan rencana investasi tersebut setelah Peraturan Pemerintah (PP) diketok dan dana haji dialihkan kepada BPKH. PP tersebut akan menjadi dasar arah investasi BPKH. Setelahnya, arahan investasi akan diputuskan oleh Dewan Pengawas BPKH.

“Invetasi itu adanya di invetasi surat berharga, investasi ke emas, invetasi langsung dan investasi lainnya. Kalau yang di bank syariah itu penempatan,” ujar Benny.

“Bentuk investasinya kontrak jangka panjang. Kami lihat risikonya. Misalnya kalau sudah kontrak lima tahun sampai tujuh tahun kemudian harga mengalami apresiasi uang dibalikin. Makanya, harus hati-hati,” lanjutnya.

FGD BPKH sendiri membahas mengenai investasi langsung dan investasi lainnya. Investasi langsung bisa diambil dari dua sisi yakni domestik dan luar negeri (overseas). Khusus investasi luar negeri dibatasi di Arab Saudi, terutama di dua kota yakni Makkah dan Madinah. Investasi tersebut mencakup penginapan, katering, dan transportasi darat.

LEAVE A REPLY