Tazakka Gelar Silaturahim Kebangsaan Menghadirkan Pangdam IV Diponegoro

0
29
Kyai Anang bersama Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto. (foto:arm)
Kyai Anang bersama Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto. (foto:arm)

HAJIUMRAHNEWS – Pondok Modern Tazakka menggelar Silaturahim Kebangsaan bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto sebagai bintang tamunya pada Sabtu pagi (2/12). Pagi itu, mantan Kapuspen TNI itu memboyong hampir seluruh perwira menangah Kodam IV Diponegoro. Termasuk dalam rombongan itu, Danrem 071 Wijayakusuma Kolonel Inf. Suhardi beserta jajarannya dan beberapa Dandim dalam satuan Korem 071.

“Alhamdulillah, Pangdam berkenan hadir ke pondok kita ini, dan membawa semua perwira menengahnya, jadi Kodam saat ini kosong ya karena diboyong ke sini semua, ini menunjukkan beliau punya komitmen yang luar biasa untuk sinergi dengan pesantren dan masyarakat,” tutur Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Kiai Anang Masyhadi kepada hajiumrahnews.com dalam keterangan resminya yang diterima Minggu (3/12).

Kedatangan Pangdam Diponegoro ini dalam rangka Silaturahim Kebangsaan yang juga dihadiri oleh Habib Lutfi bin Yahya, Wakil Bupati Batang, Kapolres Batang, Ketua PN Batang, para kiai, ulama, politisi dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Kiai Anang menegaskan bahwa hubungan Pesantren-TNI bukan barang baru karena kedua institusi itu merupakan satu kesatuan. Bahkan, kiai muda jebolan Al-Azhar Kairo dan UGM itu mengingatkan bahwa sejarah zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia banyak panglima perang yang berasal dari pesantren.

“Jadi, tidak jarang kita jumpai bahwa sosok ulama dan panglima perang menyatu dalam diri seseorang, seperti Jenderal Sudirman, misalnya, dan lain sebagainya,” kata Kiai Anang.

Sementara Wakil Bupati Suyono mengatakan, dirinya mendukung Kecamatan Bandar dengan Tazakka menjadi salah satu pusat pendidikan masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia. “Sekarang saja informasinya sudah lebih dari 20 provinsi dan juga ada yang dari luar negeri datang ke Batang ini untuk mondok di Tazakka, itu artinya Batang ini sudah menjadi tujuan pendidikan nasional dan internasional,” ujarnya.

Habib Luthfi Bin Yahya dalam tausiyahnya mengingatkan agar bangsa Indonesia jangan sampai kehilangan arah. “Ojo ngasi kepaten obor, sebab nanti bangsa ini berjalan dalam kegelapan sehingga kehilangan arah dan tujuan,” paparnya.

Seharusnya, kata Habib Luthfi, kita menguasai berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya, sehingga kita tidak tergantung dengan bangsa lain dan bangsa luarlah yang harusnya tergantung pada Indonesia yang makmur ini.

Pangdam Diponegoro dan pimpinan Pondok Tazakka foto bersama para undangan
Pangdam Diponegoro dan pimpinan Pondok Tazakka foto bersama para undangan

Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto dalam sambutanya mengapresiasi inisiatif diselenggarakannya kegiatan tersebut. Ia menyontohkan kebhinekaan dengan menyebut keragaman asal daerah santri Tazakka yang datang dari 21 provinsi. “Keberagaman yang ditunjukan saat acara di ponpes Tazakka ini, dimana hadir warna-warni berkumpul semua di sini, berbagai ormas, LSM, saya melihat ini lengkap, ditambah santri di sini yang katanya berasal dari 21 provinsi, ini menunjukkan bahwa sudah 60% suku bangsa di Indonesia yang belajar di Tazakka, maka keragaman dan kebersamaan ini bisa menjadi contoh persatuan bagi bangsa Indonesia di daerah lain,” ujarnya.

Pangdam menyitir salah satu visi Tazakka sebagai perekat umat telah sesuai dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Ia mengaku sangat mengagumi keberagaman yang ada di Tazakka.  “Saya sengaja dari Kodam dengan mengajak banyak pimpinan di Kodam agar memberikan gambaran ke pimpinan bahwa pelaksanaan pendidikan di Pondok Modern Tazakka searah sejalan dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia dan searah dengan tugas TNI,” ujarnya di hadapan sekitar 1700-an hadirin.

Menurutnya, andaikan semua lembaga pendidkan di Indonesia seperti Tazakka, maka bangsa Indonesia sudah mencapai kedamaian dari dulu. “Tazakka dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Pangdam meminta agar para santri, khususnya santri Tazakka bersedia masuk ke TNI, khususnya lewat jalur Akmil untuk memperkuat barisan TNI ke depan. “Saya sangat berharap ke depan ada santri-santri ini yang mau masuk ke Akmil, dan terus terang kami sangat membutuhkan mereka, apalagi di sini telah dididik akhlak, ilmu dan disiplin,” pintanya.

Penyerahan tanah hibah dari Yayasan Tazakka kepada TNI AD untuk relokasi Markas Koramil.
Penyerahan tanah hibah dari Yayasan Tazakka kepada TNI AD untuk relokasi Markas Koramil.

Pangdam mengingatkan, perang masa depan adalah proxy war memperebutkan energi, sedangkan kita ini sangat kaya energi, maka kita akan dengan sendirinya menjadi incaran bangsa lain. Maka, kita harus hadapi dengan seluruh kekuatan kita yang ada, termasuk salah satunya adalah dengan kekompakan semua elemen bangsa.

Di sela kegiatan tersebut, Yayasan Tazakka juga menyeraghkan hibah tanah untuk TNI AD. Penyerahan itu secara simbolik diterima langsung oleh Pangdam Mayjen TNI Wuryanto dari Ketua Yayasan H. Anta Masyhadi.  Rencananya tanah hibah tersebut untuk relokasi Kantor Koramil Bandar.

Kegiatan itu dihadiri pula oleh ormas-ormas dan lembaga-lembaga seperti FKPPI, Forum Silaturahim Kiai Muda (FSKM) se-Jateng, Kokam Muhammadiyah, FPI, Pemuda Pancasila, Srikandi, Pagar Nusa Pencak Silat NU, Gojukai, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), GMBI, Lindu Aji, Barisan Roban, Veteran, PGRI, Kwarcab, Kepala-kepala Desa se-Kecamatan Bandar, Perwira Polres dan Kodim Batang serta para walisantri yang datang mewakili dari 21 provinsi. (hai/*)

LEAVE A REPLY