Tempat-tempat Suci di Makkah yang Selalu Ramai Dikunjungi Para Peziarah

0
47
Masjidil Haram. (foto:ist)
Masjidil Haram. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Pergi berziarah ke tanah suci Makkah tentu merupakan impian dari setiap muslim di dunia. Allah SWT sendiri bahkan telah menganjurkan bagi umat muslim yang mampu untuk menyempurnakan rukun Islamnya melalui perjalanan ibadah haji ataupun berziarah ke tanah suci dengan melaksanakan ibadah umrah setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Di Tanah suci inilah, sirah dakwah nabi Muhammad dan perjuangan panjang penegakan agama Islam dimulai. Maka, tak heran banyak sekali tempat-tempat bersejarah dan sakral yang tak pernah sepi dikunjungi oleh para peziarah dari seluruh dunia. Tempat-tempat suci ini juga banyak disebutkan dalam kitab Suci Al-Quran maupun hadits-hadits shahih dan mengandung keutamaannya sendiri bagi para peziarah yang hendak berkunjung.

Berikut beberapa tempat suci dan bersejarah yang selalu ramai dikunjungi para peziarah di tanah suci Makkah;

  1. KA’BAH & MASJIDIL HARAM

Ka’bah (Baitullah) dan Masjidil Haram tentu merupakan tempat yang paling wajib atau tujuan paling utama kunjungan para peziarah ke tanah suci. Di tempat inilah semua sujud  dihadapkan, semua kepala kaum muslimin ditundukan. Tempat ini, dalam berbagai keterangan Al-Quran dan Hadits, merupakan tempat paling mustajabnya seluruh doa.

Dalam sebuah hadits dikatakan:

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang mendatangi Baitullah ini (untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah) kemudian ia meninggalkan perbuatan dan perkataan kotor, serta meninggalkan perbuatan maksiat, maka dia akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibu kandungnya sendiri (bersih dari segala dosa).” (HR. Muslim, hadits no. 2404)

Sepanjang tahunnya, puluhan juta umat muslim silih berganti mengunjungi Ka’bah. Pesona keindahan yang penuh akan nilai spiritual, selalu meninggalkan kesan haru tersendiri bagi para peziarah yang berkunjung. Untuk memfasilitasi dan menampung lebih banyak para peziarah, Pemerintah Arab Saudi pun berinisitif untuk terus melakukan perluasan wilayah masjidil haram.

  1. JABAL TSUR

Jabal (gunung) Tsur merupakan sebuah Bukit yang terletak sekitar tujuh kilometer dari kota Makkah. Di bagian atas bukit ada sebuah gua yang dahulu oleh Rasullah SAW dipakai sebagai tempat bersembunyi dari kejaran kafir Quraisy yang hendak membunuhnya dalam perjalanan hijrahnya menuju Kota Suci Madinah.

Jabal (Gunung) Tsur merupakan sebuah tempat bersejarah yang selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai belahan dunia. Di puncak gunung ini terdapat sebuah gua kecil dengan dua pintu masuk yang terletak di bagian depan dan bagian belakangnya. Sekilas, bentuk gua ini menyerupai bentuk kuali. Letak Gua ini sendiri berada sekitar tujuh kilometer dari Makkah ke arah Thaif.

Gunung ini dinamakan Tsur karena bentuknya yang mirip seperti Tsur atau lembu yang berdiri menghadap ke arah selatan. Di gunung ini terdapat tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Tinggi gua di puncak Gunung Tsur kira-kira 1,25 meter dengan panjang dan lebarnya sekitar 3,5 meter.

  1. ARAFAH – MUZDALIFAH – MINA
wilayah padang Arafah. (foto:ist)
wilayah padang Arafah. (foto:ist)

Arafah, Muzdalifah dan Mina atau disingkat Armina merupakan tempat-tempat yang sangat diagungkan karena mempunyai keutamaan, syi’ar-syi’ar yang suci dan tempat dilaksanakanya amalan-amalan Haji di hari puncak pelaksanaan ibadah haji 8-10 Dzulhijjah.

Wilayah Arafah adalah sebuah lahan padang pasir terbuka yang terletak sekitar 20 Km dari Makkah. Di sinilah proesesi puncak haji berlangsung. Pada hari biasa hanya merupakan wilayah kosong tak berbepnghuni. Namun, pada waktu puncak haji jutaan orang berkemah di sini. Tanpa melakukan wukuf di Arafaah maka seseorang tidak bisa dinyatakan telah menunaikan ibadah haji.

Jadi Arafah hanya didatangi saat hari Arafah saja, yaitu hari ke Sembilan dari bulan Dzulhijjah, untuk melaksanakan wukuf, berdo’a dan berdzikir. Orang yang berhaji melakukan wukuf di bebatuan dikaki bukit Ilal (sering disebut Jabal Rahmah) –jika memungkinkan- jika tidak, maka semua area Arafah adalah tempat Wukuf.

Adapun Muzdalifah, tempat ini didatangi pada malam “nahr” (hari sembelihan) setelah keluar dari Arafah untuk melakukan Mabit (menginap), berdzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala dan berdo’a di Masy’ar al Haram (tempat yang suci) –ia adalah bukit ditengah-tengah Muzdalifah yang saat ini telah dihilangkan untuk kepentingan perluasan dan dibangun padanya masjid.

Batasan Muzdalifah adalah apa yang ada diantara lembah Muhassir dan dua jalan sempit Arafah, dan dua batasan itu bukan termasuk dari areal Muzdalifah. Namun semuanya termasuk wilayah tanah suci.

Sama halnya seperti dua tempat di atas, Mina juga hanya didatangi pada musim haji saja untuk melaksanakan hukum-hukum haji, seperti mabit, melempar jumrah, dan menyembelih. Mina mengandung arti “dialirkan” karena disanalah darah (hewan) dialirkan atau ditumpahkan. Batasannya adalah dari turunan Aqabah sampai ke lembah Muhassir.

  1. JABAL RAHMAH
Penampakan Jabal Rahmah. (foto:ist)
Penampakan Jabal Rahmah. (foto:ist)

Jabal Rahmah (Gunung Kasih Sayang) atau disebut juga Gunung Arafat atau Gunung Arafah adalah bukit granit di sebelah timur kota Mekah. Di bukit ini, menurut umat Islam, nabi Muhammad berdiri dan menyampaikan Khotbah Perpisahan dengan Kaum Muslim yang telah menemaninya selama ibadah haji menjelang akhir hayatnya. Ketinggian bukit ini sekitar 70 meter.

Di atas bukit itu ada sebuah tugu putih yang dibangun sebagai monument untuk mengenang pertemuan Adam dan Hawa yang sudah terpisah untuk 200 tahun setelah pengusiran mereka dari surga.

  1. GUA HIRA

Gua Hira merupakan sebuah gua kecil yang terletak di Jabal Nur, sebuah bukit yang tak jauh dari kota Makkah di sebelah utara. Gua Hira juga merupakan h tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah untuk pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut kerapkali menjadi tempat  Nabi Muhammad  SAW menyendiri dan berkhalwat.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Gua Hira adalah pada sepertiga malam. Dari atas gua maka pemandangan kota Makkah bsa dinikmati secara leluasa. Letak tebing setinggi 200 meter yang cukup menanjak mengharuskan para pengunjung untuk memiliki kesiapan fisik untuk mendaki Gua Hira.

  1. Rumah nabi ( Daar Maulid)
tempat tidur di Rumah Nabi Muhammad SAW. (foto:ist)
tempat tidur di Rumah Nabi Muhammad SAW. (foto:ist)

Lokasi rumah nabi terletak tak jauh dari Masjidil Haram atau kini  terletak tak jauh dari terminal Bab Ali. Dulu di lokasi ini ada pasar legendaris yakni Pasar Seng. Jarak rumah nabi hanya sekitar 200  meter dari Masjidil Haram.

Rumor ini berbentuk bangunan rumah beton yang terlihat mencolok karena berada di dekat pelataran Masjidil Haram yang luas. Sejumlah laskar berjaga di sini untuk menjaga para peziarah yang datang mengunjunginya.

  1. MUSEUM HARAMAIN
Museum Haramain. (foto:ist)
Museum Haramain. (foto:ist)

Museum Haramain merupakan museum Nasional Arab Saudi yang telah berdiri sejak tahun 1946. Meseum ini  Terletak di pinggiran kota Makkah di dekat perbukitan bernama Ummoul Joud dan  menempati lahan seluas 17 ribu meter persegi.

Museum ini memuat informasi tentang sejarah peradaban agama islam dan melihat kecanggiahan arsitetur di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di Museum ini terdapat miniature kota Makkah  Di sana  jugaada potongan kiswah, replika sumur zamzam, repilkaKa’bah dan Hajar Aswad, timba sumur zamzam, pintu Ka;bah, dan berbagai pernak-pernik koleksi lainnya.

LEAVE A REPLY