Maskot MQK ke-VI Terinspirasi dari Burung Kepodang

0
771
SIPODANG, Maskot MQK ke VI. (foto:kemenag)
SIPODANG, Maskot MQK ke VI. (foto:kemenag)

HAJIUMRAHNEWS-Gelaran Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Nasional ke VI yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Balekambang, Jepara – Jawa Tengah, 29 November – 7 Desember 2017 mengambil personifikasi dari burung Kepodang yang dinamakan SIPODANG sebagai mascot perlombaan.

Burung Kepodang merupakan burung berkicau yang mempunyai bulu indah dan juga terkenal sebagai burung pesolek yang selalu tampil cantik, rapi, dan bersih.

“Dalam beberapa budaya, burung Kepodang melambangkan kekompakan, keselarasan dan keindahan budi pekerti sekaligus juga melambangkan anak atau generasi muda,” kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi di Jakarta, Senin (27/11).

“SIPODANG juga singkatan dari Santri Indonesia Pintar, Optimis, Berdaya, dan Terpandang,” lanjutnya.

Zayadi mengungkapkan SIPODANG dipilih menjadi mascot MQK VI dengan harapan supaya santri Indonesia memiliki kepintaran dan optimisme tinggi dalam menggali ilmu keagamaan Islam melalui pemahaman kitab kuning. Dari situ, para santri diharapkan menjadi berdaya, dalam arti memiiki kemampuan sebagai modal menciptakan masyarakat berakhlak dan berbudi pekerti mulia.

“Hal ini juga sebagai upaya penguatan karakter dan kepribadian bangsa, serta menjadi insan terpandang, dalam artian dihormati dan disegani di masyarakat,” pungkasnya.

SIPODANG diilustrasikan membawa gunungan yang bergambarkan peta nusantara Indonesia. Empat  jari tangan menandakan semangat 4 (empat) Pilar Penyangga Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

“Kopiah hitam bersematkan pin bendera merah putih dimaknai sebagai spirit nasionalisme,” tutur Zayadi.

“Tangan kanan membawa kitab kuning berjudul “akhlaq” mengandung makna perhelatan MQK yang mengusung tema “Dari Pesantren Untuk Penguatan Karakter dan Kepribadian Bangsa”, tutupnya.

 

 

LEAVE A REPLY