Tips Bagi Jamaah Umrah Selama Perbaikan Sumur Zamzam

0
62
Area penutupan Sumur Zamzam yang tengah direnovasi. (foto:hun)
Area penutupan Sumur Zamzam yang tengah direnovasi. (foto:hun)

HAJIUMRAHNEWS – Ketua Kepresidenan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdul Rohman Al-Sudais mengatakan proyek itu untuk memastikan agar aliran air Zamzam tidak ada gangguan, maka pihaknya tengah melakukan perbaikan instalasi sumur zamzam. Berdasarkan rencana, proyek ini baru berakhir sebelum bulan Ramadhan 1439H tiba.

Menurutnya, proyek renovasi itu terdiri dari dua bagian. Pertama membangun saluran untuk mengalirkan air zamzam di area sebelah timur mataf (tempat thowaf). Lebar saluran itu mencapai 8 meter dengan panjang 120 meter. Bagian kedua dari proyek ini adalah membangun sarana sterilisasi daerah sekitar Zamzam.

Hal ini juga dilakukan sembari membuang puing-puing beton dan baja yang digunakan di gudang bawah tanah Masjidil Haram. Proyek ini juga mencakup pemasangan gypsum yang disterilkan di sekitar sumur untuk memastikan aliran air yang stabil.

Selama ini air Zamzam terus dipantau oleh Survei Geologi milik keraajaan Arab Saudi. Lembaga ini bertugas melakukan studi dan penelitian untuk menganalisis sifat teknis sumur Zamzam secara perinci.

Tingkat air Zamzam dipantau tim pemantauan hidrografi, yang dalam beberapa waktu terakhir telah berubah dari sistem pemantauan manual menjadi sistem pemantauan digital. Hal ini guna untuk melacak tingkat air, konduktivitas listrik, pH, Eh, dan suhu dari Air Zamzam.

Sumur Zamzam terletak sekitar 20 meter dari Ka’bah. Sumur ini diyakini merupakan sumur tertua di bumi, karena air telah mengalir di sana selama 5000 tahun. Sumur suci memompa hingga 18,5 liter per detik dan kedalamannya hanya mencapai 30 meter.

Sekitar 120 ton air Zamzam diangkut setiap hari melalui mobil tank ke Masjid Nabawi Madinah. Truk tangki ini mempunyai spesifikasi khusus untuk melindungi air Zamzam yang dibawanya agar tidak terkena kontaminasi. Sesampai di Madinah Air Zamzam disediakan dalam 7.000 wadah steril yang didistribusikan di dalam dan di sekitar Masjid Nabawi.

Dengan adanya proyek perbaikan sumur zamzam tersebut, berdasarkan pantauan langsung hajiumrahnews.com dari area lantai dua Masjidil Haram, maka yang perlu diperhatikan jamaah adalah sebagai berikut:

  1. Memang, untuk sementara ini jamaah tidak bisa leluasa melaksanakan ibadah umrah, khususnya saat thawaf. Untuk itu, bagi yang ingin leluasa bisa menggunakan lantai dua dan tiga Masjidil Haram, meski memang diameter jarak lebih panjang.
  2. Bagi yang ingin tetap melaksanakan thawaf di mathaf lantai dasar (lantai Kabah) masih tetap bisa, hanya saja ada pemberlakuan sistem buka tutup.
  3. Lantaran sempitnya halaman Ka’bah, otoritas Masjidil Haram memberlakukan thawaf secara bergilir dengan durasi waktu rata-rata 1 jam sampai 1 jam 30 menit.
  4. Sebaiknya jamaah lebih mempersiapkan fisik yang lebih fit, karena lamanya mengantri ataupun jauhnya diameter keliling ka’bah saat thawaf di lantai 2 dan 3 Masjidil Haram. (hai)

LEAVE A REPLY