BRI Syariah Bersinergi dengan Baznas Sumbang Ambulans untuk Umat

0
128
Ketua Baznas  Bambang Sudibyo, menyerahkan bantuan ambulans untuk pelayanan umat kepada Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso di Kantor Pusat BRI Syariah, Jakarta, Ahad (18/11/). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan milad ke-9 BRI Syariah. (Foto: Ist)
Ketua Baznas Bambang Sudibyo, menyerahkan bantuan ambulans untuk pelayanan umat kepada Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso di Kantor Pusat BRI Syariah, Jakarta, Ahad (18/11/). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan milad ke-9 BRI Syariah. (Foto: Ist)

HAJIUMRAHNEWS – BRI Syariah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersinergi menyumbangkan ambulans untuk pelayanan umat. Serah terima ambulans bersamaan dengan acara family gathering milad ke-9 BRI Syariah.

“Alhamdulillah bersama BRI Syariah, Baznas menyumbangkan ambulans untuk melayani umat, terutama kaum dhuafa. Ini semakin memperkuat Baznas dalam upaya memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di negeri ini,” ujar Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, saat menyerahkan ambulans tersebut secara simbolis kepada Dirut BRI Syariah Moch. Hadi Santoso, di Kantor Pusat BRI Syariah, di Jakarta, Ahad (18/11).

Menurutnya, ambulans tersebut memiliki fungsi ganda. Yakni, untuk melayani orang sakit dan mengantarkan jenazah ke rumah duka dan pemakaman.

Bambang menambahkan, Baznas telah menjadi pengelola zakat perusahaan dan zakat profesi seluruh karyawan dan karyawati BRI Syariah. Dana zakat yang terhimpun telah disalurkan ke berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bambang yang mantan Menteri Keuangan ini berharap, apa yang dilakukan BRI Syariah bisa menjadi contoh dan teladan bagi BUMN perbankan lain dalam mengelola zakat. Ia mengingatkan tentang amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di kementerian, lembaga negara, BUMN dan sejenisnya.

Bambang menyitir Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 bahwa yang berwenang mengelola zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya adalah Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari tingkat pusat atau nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

“Ada sanksi pidana bagi pengelola zakat ilegal. Ini secara tegas dinyatakan dalam Pasal 41 UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,” ucapnya.

Guna mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, imbuh Bambang, Baznas membangun sinergi program bersama Baznas daerah serta LAZ nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Bambang optimistis Indonesia sudah memasuki era Kebangkitan Zakat. Sebab, tutur dia, selain diakomodasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), zakat kini sudah masuk ke dalam master plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia.

“Tak hanya itu, manajemen Baznas juga dimodernisasi lewat penerapan ISO 9001:2015, sehingga semakin profesional, amanah, transparan dan akuntabel,” katanya.

Bambang memaparkan, Baznas juga menyiapkan sertifikasi bagi para amil. “Ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka menggapai misi Baznas menjadi pengelola zakat terbaik di dunia,” ujarnya. (hai)

LEAVE A REPLY