Sudjadnan Mantan Dubes RI untuk Amerika Kunjungi Tazakka

0
65
Mantan Dubes RI untuk Amerika, Sudjadnan berbincang dengan Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kyai Anang Rikza Masyhadi sembari berkeliling Pondok pada Jumat (17/11). (foto:ARM)
Mantan Dubes RI untuk Amerika, Sudjadnan berbincang dengan Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kyai Anang Rikza Masyhadi sembari berkeliling Pondok pada Jumat (17/11). (foto:ARM)

HAJIUMRAHNEWS – Mantan Duta Besar RI untuk Amerika, Sudjadnan berkunjung ke Pondok Modern Tazakka, Jumat (17/11). Sudjadnan yang juga pernah menjabat sebagai Dubes RI di Australia tersebut beserta keluarga besarnya diterima oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kyai Anang Rikza Masyhadi dan Ketua-ketua lembaga lainnya.

Sebagaimana dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com pada Sabtu (18/11), disebutkan selain berdiskusi dengan para pimpinan pesantren, Sudjadnan juga diajak keliling pondok dan melihat beberapa bagian penting yang mendorong kemandirian pesantren.

Sudjadnan menyempatkan diri bersama keluarga mengikuti Sholat Jum’at di Masjid Az-Zaky Tazakka. Usai shalat, Pimpinan Pondok Kiai Anang mendaulatnya untuk memberikan sambutan dan motivasi singkat di depan seluruh santri dan guru serta puluhan walisantri yang kebetulan sedang menjenguk putra-putranya.

“Saya mendengar di pondok ini mengggunakan bahasa Inggris dan Arab, baik sebagai pengantar pengajaran maupun komunikasi sehari-hari, ini modal dasar yang sangat fundamental bagi generasi masa depan dengan tantangan yang kompleks” kata Sudjadnan dalam sambutanya.

Menurutnya, bahasa adalah artikulasi, bagaimana mengekpresikan pendapat dan kemampuan diri kepada orang lain. “Ketika bahasa Arab dan bahasa Inggris digabungkan di pesantren ini, maka saya melihat tanda tanda kesuksesannya akan besar,” imbuhnya.

Diplomat lulusan UGM itu juga menyampaikan bahwa belajar di pesantren tidak sekedar belajar saja, namun pada saat yang sama sedang belajar ahlak, belajar hidup, belajar ilmu-ilmu agama sejak dini, yang akan memperkuat karakter kepribadian di masa depan.

“Justru agama inilah modal paling utama dan paling menentukan sikap pemimpin menghadapi tantangan masa depan, baik buruknya pemimpin ditentukan dari penghayatan agama itu, dan anak-anak ini saya yakin akan menjadi pemimpin masa depan yang saleh,” terang peraih Master of International Affairs dari Columbia University, New York, AS.

Sudjadnan menekankan pula makna perbedaan bahwa perbedaan itu pasti ada, bagaimana mengelola keberbedaan dari sudut pandang pendidikan dan keagamaan serta kebangsaan. “Dan saya melihat Tazakka adalah salah satu lembaga pendidikan pesantren yang mampu menjaga Indonesia dan keindonesiaan kita,” kata Sudjadnan.

“Saya yakin Tazakka akan menjadi pioner dalam memerankan wajah Indonesia. Indonesia perlu 100 seperti tazakka, lembaga pendidikan yang mendidik santrinya dengan bahasa, sains, agama, dan akhlak dalam menghadapi tantangan dunia ke depan,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya beliau menegaskan bahwa dirinya ingin bersama-sama Tazakka dalam mendirikan Tazakka di kota lain di Indonesia. (hai)

LEAVE A REPLY