Lagi, IITCF Lanjutkan Program Tebar Sejuta Perangkat Alat Shalat di Negeri Ginseng

0
89
Rombongan IITCF KOMET saat berada di Nami Island
Rombongan IITCF KOMET saat berada di Nami Island

HAJIUMRAHNEWS-Gelaran Korea Muslim Educational Trip (KOMET)  yang diselenggarakan oleh Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF) saat ini sudah memasuki hari keempat sejak dimulainya pada 11 Agustus lalu. Berbagai kegiatan menarik seperti product knowledge, praktek guiding pun telah digelar di berbagai destinasi wisata di Negeri Ginseng tersebut.

Selain kegiatan di atas, IITCF pun tak lupa melanjutkan kegiatan khasnya yaitu, Tebar Sejuta Perangkat Alat Shalat di dunia. Selama tiga hari berada di Korea Selatan, terhitung IIITCF telah membagikan perangkat alat shalat di tiga titik.

 

Program Tebar Sejuta perangkat alat shalat IITCF pertama kali dilakukan di  Mushala yang ada di Nami Island. Mushala yang terletak di lantai dua Asian Family Restaurant ini mulai diresmikan pada Mei 2017.

Meski memiliki ruang yang cukup luas dengan daya tampung sekitar 50 orang, namun fasilitas shalat di mushala ini terbilang cukup minim. Hanya terdapat sekitar 8 sajadah untuk shalat dan dua Al Quran saja.

Project Officer Educational Trip IITCF Mochammad Akbar dengan pengurus Mushala di Nami Island, Park H. Jun (foto:hun)
Project Officer Educational Trip IITCF Mochammad Akbar dengan pengurus Mushala di Nami Island, Park H. Jun (foto:hun)

Seorang pengurus Mushala, Park H. Jun mengatakan bahwa memang saat ini manajemen masih berbenah karena mushala ini bisa terbilang masih baru. Ia pun mengapresiasi penyerahan alat shalat yang diberikan IITCF untuk membantu melengkapi fasilitas di Mushala ini.

“Nanti saya akan bilang atasan saya untuk juga melengkapi fasilitas disini agar juga memberi kenyamanan bagi muslim yang datang untuk beribadah,” kata Dia kepada wartawan hajiumrahnews Abi Abdul Jabbar yang melakukan peliputan langsung di Seoul, Minggu 12/11.

Sehari berselang Senin (13/11), Program Tebar Sejuta Perangkat Alat Shalat juga dilakukan di Potala Restaurant, restaurant muslim friendly (ramah muslim) yang terletak di pusat kota Seoul.

Restaurant ala Tibet yang juga menjadi tempat rombongan KOMET menyantap makan siang ini, menyediakan mushala kecil, tempat para pelancong muslim untuk melaksanakan ibadah dan berdoa.

Project
Project

Pemilik Restaurant Lee Keun Hye, mengaku sangat senang dengan penyerahan perangkat alat shalat untuk mushala itu. Apalagi, selain alat shalat, terdapat juga Kitab suci Al Quran yang memang tak tersedia di mushalanya tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih banyak atas alat shalatnya, saya harap para pengunjung saya nanti bisa juga nyaman dengan fasilitas alat shalat ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ditempat lainnya,” ujar Dia

Setelah dua tempat di atas, IITCF juga membereikan perangkat alat shalat di Masjid Itaewon (Seoul Central Mosque), Masjid pertama dan terbesar di Korea Selatan pada Selasa (14/11).

Rombongan IITCF yang dipimpin Mochammad Fajar Akbar, Project Officer Educational Trip IITCF dan Kyai Achmad Sofwan, Peserta KOMET menyambangi kantor manajemen Seoul Central Mosque dan bertemu dengan salah satu oengurus masjid, Zahid Park untuk menyerahkan perangkat alat shalat

Zahid mengungkapkan dirinya sangat mengapresiasi program Tebar Sejuta Perangkat Alat Shalat ini, apalagi program ini telah berlangsung di berbagai negara Asia dan Eropa laimnya.

“Program seperti inilah yang sangat mendukung Perkembangan komunitas muslim kecil di negara negara non Muslim seperti kami di Korea ini. Kami sangat senang atas dukungan ini,” ujar Zahid.

Zahid pun sangat berharap agar program ini terus berlanjut khusunya ke negara negara non kuslim dengan komunitas muslim yanh kecil.

“Tapi tak hanya itu, bangun juga silaturahmi dan komunikasi untuk saling belajar dan mengembangkan komunitas muslim menjadi lebih besar,” tutupnya

Rombongan IITCF KOMET saat memberikan perangkat alat shalat ke salah satubpengurus masjid Ittaewon, Zahid Abdullah. (foto:hun)
Rombongan IITCF KOMET saat memberikan perangkat alat shalat ke salah satubpengurus masjid Ittaewon, Zahid Abdullah. (foto:hun)

Sementara itu Chairman IITCF Priyadi Abadi mengatakan program ini merupakan rangkaian dari kegiatan edukasi dari IITCF kepada para pemilik tempat-tempat usaha di Korea Selatan, yang banyak di kunjungi muslim traveller, namun minim fasilitas untuk beribadah.

 

“Jadi perangkat alat shalat hanyalah sebagai media saja. Misi nya kita ingin agar para pemilik usaha, ataupun pengelola mushala lebih memahami apa saja yang harus dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan beribadah muslim traveller,” kata Priyadi yang saat ini twngah berada di Jerman mendampingi rombongan Gubernur Kalimantan Utara, melalui pesan singkatnya.

 

Priyadi juga menegaskan bahwa program Tebar Sejuta Perangkat Alat Shalat juga bertujuan untuk menjangkau dan tentunya memberi dukungan bagi komunitas-komunitas muslim di Negara Non Muslim.

 

“Tentunya ini misi kami, untuk menjalin silaturahmi dengan mereka termasuj komunitas muslim di Korea Selatan. Kita ingim berikan dukungan bagi mereka dan ingin tunjukan bahwa kita, muslim dari Indonesia sangat peduli dengan saudara saudara muslim kita di negara manapun,” tegasnya.

Sebelumnya, Program Tebar Sejuta Perangkat Alat Shalat ini telah dilakukan IITCF di berbagai Negara seperti Eropa Barat, Taiwan, Turki hingga Thailand. Harapannya selain untuk syiar, juga mengedukasi para pelaku industri halal agar tak melupakan aspek paling penting yang diperlukan Muslim Traveller yaitu kebutuhan akan tempat dan perangkat beribadah.

LEAVE A REPLY