Baznas Gandeng HP Sekuritas Rilis Zakat Saham

0
138

Ketua Baznas Bambang Sudiibyo foto bersama dengan jajaran nya usai peluncuran program ZAHADAH di HAJIUMRAHNEWS – Badan Amin Zakat Nasional (Baznas) dan PT Henan Putihrai Sekuritas (HP Sekuritas) meluncurkan program Shadaqah dan Zakat Saham Nasabah (Sazadah). Sebuah program yang memfasilitasi investor (syariah maupun konvensional) untuk dapat menyucikan harta sekaligus berbagi kepada sesama melalui sedekah dan zakat saham.

Program Sazadah merupakan pengembangan dari program Berinvestasi Sambil Sedekah (Berkah) yang tahun lalu diluncurkan, juga sebagai hasil kerjasama HP Sekuritas dengan Baznas, bukti inovasi tanpa henti dalam memberikan layanan kepada masyarakat untuk menunaikan zakat dan sedekahnya.

Program ini dirilis di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Senin (13/11) bersamaan dengan pembukaan perdagangan saham. Hadir dalam acara tersebut, Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Direktur PT Henan Putihrai Sekuritas, Ferry Sudjono, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dan Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulistyo.

Ferry Sudjono menyampaikan, peluncuran program ini merupakan kelanjutan dari komitmen HP Sekuritas dalam memperkenalkan variasi sarana donasi, meningkatkan kesadaran berinvestasi dan berbagi serta yang tak kalah penting mendukung program pasar modal syariah.

“Siapapun dapat berpartisipasi dalam program Sazadah, investor retail, lembaga atau institusi, organisasi kemasyarakatan, selama mereka terdaftar sebagai nasabah atau pemegang rekening HP Sekuritas dan bertransaksi dalam bentuk saham melalui HP Sekuritas,” katanya.

Sementara Bambang Sudibyo mengatakan, program ini akan menjadi jalan alternatif untuk membendung kepungan kapitalisme. “Di tengah kesenjangan sosial yang tinggi, sedekah dan zakat saham menjadi sangat strategis karena program ini merupakan koreksi terhadap kapitalisme, yang semangatnya adalah memaksimalkan akumulasi kapital,” katanya.

Bambang berharap, semakin banyak para pelaku pasar modal yang bersedekah dan berzakat produk-produk sekuritasnya. Selain saham, diharapkan juga berzakat obligasi untuk membantu pengentasan kemiskinan.

Lewat program ini, sedekah dan zakat yang dikeluarkan oleh para pemilik saham tersebut akan disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan melalui Baznas, untuk membantu mustahik memperoleh penghidupan lebih baik melalui Program Zakat Community development (ZCD). Program ini merupakan pengembangan komunitas dengan mengintegrasikan aspek sosial (pendidikan, kesehatan, agama, lingkungan, dan aspek sosial lainnya) dan aspek ekonomi secara komprehensif yang pendanaan utamanya bersumber dari zakat, infak, dan sedekah sehingga terwujud masyarakat sejahtera dan mandiri. Tahun ini ditargetkan sebanyak 4l titik ZCD terbangun di berbagai desa di Indonesia.

Kyai Ma’ruf menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang menyentuh para pelaku di bursa saham Indonesia yang kini dapat menyucikan harta mereka. Prinsip-prinsip syariah yang terkandung dalam program ini telah mendapatkan pengakuan dari MUI.

Menurutnya, Saham termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai nishab. Menunaikan zakat saham perusahaan merupakan bagian dari kewajiban zakat perusahaan yang harus dibayarkan. Sebab saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan demikian, apabila seseorang membeli saham, sama halnya ia membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen pada saat perusahaan membukukan keuntungannya.

Dalam pembahasan forum-forum ulama dunia, keputusan fatwa hukum mengeluarkan zakat atas kepemilikan saham adalah wajib bagi yang telah mencapai haul dan nisab (waktu dan jumlah yang ditentukan). Di Indonesia, kewajiban mengeluarkan zakat perusahaan ini sesuai dengan UU No.23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. (hai)

LEAVE A REPLY