Berwisata Halal di Nami Island Bersama IITCF

0
85
Rombongan IITCF KOMET saat berada di Nami Island
Rombongan IITCF KOMET saat berada di Nami Island

HAJIUMRAHNEWS-Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) melalui IITCF Training Center saat ini tengah mengadakan pelatihan Tour Leader Muslim bertajuk Korea Muslim Educational Trip (KOMET) Batch II di Negeri Ginseng, Korea Selatan (Korsel).

Kegiatan yang berlangsung selama 6 hari dari 11-16 November tersebut  diikuti oleh pemilik travel, tour leader, tour planner, mahasiswa pariwisata dan wartawan.

Di hari pertamanya (Minggu 12 November) di Korsel, rombongan KOMET mengunjungi Nami Island, salah satu tempat wisata yang sangat di gemari wisatawan dan merupakan salah satu kawasan wisata dengan jumlah pengunjung terbanyak di Korsel.

Pantauan wartawan hajiumrahnews, Abi Abdul Jabbar yang juga mengikuti gelaran KOMET, rombongan bertolak ke Nami Island pada pukul 10.30 waktu setempat dan sampai di Dermaga Gapyeong, gerbang menuju pintu masuk Nami Island pada 12.45 dengan menggunakan bis.

Sesampainya di pintu masuk Nami Island peserta diajak menikmati hidangan halal dari  Hanouk Restaurant, salah satu resto yang telah bersertifikasi halal di Korsel.

Peserta Komet tengah menikmati hidangan Chicken BBQ Di Restoran Halal Hanouk, Nami Island. (foto:hun)
Peserta Komet tengah menikmati hidangan Chicken BBQ Di Restoran Halal Hanouk, Nami Island. (foto:hun)

Disini, rombongan menyantap hidangan Chicken Barbeque yang disajikan dan dipanggang langsung di depan peserta.

Hidangan Chicken Barbeque ini dilengkapi oleh jamur dan berbagai makanan lain sebagai seperti kimchi, sambal khas korea, sayur-sayuran dan nasi putih.

“Jadi di Nami Island yang masih merupakan bagian dari kota Chuncheon ini, masakan khasnya adalah ayam. Para pengunjung bisa memilih cara memasak ayamnya di restoran ini dan ini cara masaknya langsung di depan para pengunjung, ini daya tariknya,” kata Tatyana Aditha Lee, Tour Guide dari operator lokal yang mendampingi rombongan KOMET.

Selepas makan, Tatyana bersama Mochammad Fajar Akbar, Tour Leader Muslim IITCF, mengajak para peserta KOMET bertolak ke Nami Island menggunakan Kapal Ferri. Jarak Nami Island dan Dermaga Gapyeong pun tak terlalu jauh, hanya sekitar 1 KM atau sekitar  lima menit perjalanan.

“Sebenarnya ada dua cara ke Nami Island, 1 lewat laut dengan kapal Ferri yang bisa memuat sekitar 250 sampai 300 wisatawan dan bisa juga dengan menggunakan Flying fox tapi itu untuk perorangan,” ujar Aditha kepada para peserta KOMET.

sesi foto bersama rombongan KOMET di Pintu Masuk Nami Island. (foto:hun)
sesi foto bersama rombongan KOMET di Pintu Masuk Nami Island. (foto:hun)

Di Periode September-November, jumlah wisatawan di Nami Island tengah mencapai puncaknya. Hal ini mengingat diperiode ini, Nami Island mengeluarkan aura paling indahnya di musim gugur dengan pohon-pohon berdaun merah dan kuning terlihat memenuhi hampir seluruh kawasannya. Rombongan KOMET pun merasa beruntung bisa mengunjungi Nami Island pada periode ini, meski dengan kondisi cuaca cukup dingin yang mencapai 13 drajat celcius.

Di Nami Island rombongan KOMET diajak untuk mengenal beberapa tempat dan spot-spot yang sangat digemari para wisatawan dari mulai jajanan kuliner dan restourant halal, Baekpungmilwon Garden, tempat di mana sekitar 300 pohon maple berada, patung Bae Yong Joon dan Choi Ji Woo, pasangan pemeran Winter Sonata yang merupakan land mark dari Nami Island, dan masih banyak lagi.

Menariknya, selain berdarma wisata menjelajahi indahnya musim gugur di pulau Nami, aspek-aspek kebutuhan para peserta seperti jajanan dan makanan halal serta kebutuhuan beribadah sangat diperhatikan. Para peserta diberi tau tentang jajanan apa yang aman (halal), waktu shalat hingga lokasi mushala.

“Jadi untuk jajanan, inshaAllah semua Jajanan selain sosis dan mie itu aman. Kalo Tempat makan ada Asian Family Restaurant Dongmoon yang juga sudah memiliki mushala di atasnya,” terang Aditha saat memberi arahan kepada rombongan.

Para pesertapun merasa sangat nyaman saat mengetahui kondisi Nami Island, tempat wisata di negara Non Muslim yang ternyata ramah pada wisatawan muslim.

Sebut saja Saleha Yahya Mulachela, seorang peserta asal Jakarta. Saleha mengaku begitu tertarik dengan destinasi wisata di Korea dan sangat ingin berkunjung bersama keluarga. Namun, ia merasa sedikit ragu tentang paket perjalanan yang tersedia khusunya dari faktor kuliner.

“Alhamdulillah  bersama IITCF ini tur muslim yang selama ini saya idamkan akhirnya bisa terwujud,” terang wanita yang akrab di panggil Ela ini.

Ela bahkan mengajak anggota keluarganya yang lain untuk turut menikmati bagaimana sensasi berwisata muslim untuk pertama kalinya melalui program KOMET ini.

“Jadi kita bersembilan, saya ajak keluarga dan kerabat saya untuk ikut saya, ini ada muslim tur,” imbuhnya.

Pulau Nami (Nami Island)  yang juga dikenal sebagai Republik Naminara sendiri adalah sebuah pulau berbentuk bulan sabit kecil yang terletak di luar Chuncheon dan berjarak sekitaar 63 kilometer dari Seoul, Korea Selatan.

Secara historis Pulau ini pertama kali terbentuk pada tahun 1944, disebabkan oleh pembangunan Bendungan Cheongpyeong. Pulau ini merupakan salah satu destinasi terfavorit untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Pemandangan alam yang indah dengan jalanan yang dihiasi pohon-pohon sejuk menjadikan pesona pulau Nami sangat susah ditolak oleh para pelancong. Saat ini, otoritas pariwisata Korea Selatan mencatat, lebih dari 3 juta wisatawan baik lokal maupun mancanegara selalu memadati pulau Nami sepanjang tahunnya.

Ucapan selamat datang dengan berbagai bahasa di Nami Island(foto:hun)
Ucapan selamat datang dengan berbagai bahasa di Nami Island(foto:hun)

Bahkan Nami Island telah diakui oleh UNICEF dan UNESCO sebagai salah satu negara yang paling banyak diminati wisatawan mancanegara. Tak heran saat masuk ke Nami Island kami bersma rombongan melihat banyak ucapan selamat datang dengan berbagai bahasa dari negara-negara anggota UNESCO dan UNICEF.

Rombongan KOMET sendiri akan berwisata muslim hingga Kamis, 16 November 2017. Setelah Nami Island, rencananya beberapa temoat lain pun akan dijelajahi seperti Taman Nasional di Gunung Sorak, Pusat perbelanjaan di Myeongdong dan Dongdaemun, dan beberapa tempat menarik lainnya di Seoul.

LEAVE A REPLY