Wapres JK Buka ISEF 2017

0
189
Wapres Jusuf Kallah saat ebuka ISEF 2017. (foto:ist)
Wapres Jusuf Kallah saat ebuka ISEF 2017. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) membuka Indonesia Shari’a Economic Festival Ke-4 (ISEF 4th) 2017 bertajuk “Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboration and Coordination” (Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Meningkatkan Daya Tahan melalui Kolaborasi dan Koordinasi yang Lebih Erat) di Convention Hall Grand City, Surabaya, Kamis (09/11). ISEF sendiri

Dalam sambutannya,  Wapres JK mengapresiasi penyelenggaraan ISEF 2017, karena menurutnya ISEFT 2017 memberikan semangat bagi masyarakat Indonesia untuk selalu maju dengan baik, salah satunya dengan mengusung ekonomi syari yang saat ini berkembang dengan sangat baik di dalam negeri.
“Saya mengapresiasi Festival ini. Ada semangat untuk maju dan untuk benar secara syar’I dan tentu juga berkembang dengan baik. Kita biasa mengukur kemajuan bangsa dari seberapa besar ekonomi nya tumbuh. Selain itu, juga tentang kualitas. Dan saat ini, kita sedang mengarah pada kualitas. Kita sedang bicara tentang cara mengembangkan ekonomi kita, tentang sistem yang kita pakai dan tujuan yang kita capai. Kita sedang berusaha mengembangkan ekonomi berikut sistemnya,” kata Wapres JK.

Menurut Wapres JK salah satu indikator untuk mengukur kemajuan suatu bangsa, adalah pertumbuhan ekonomi di negeara tersebut. Pada triwullan III 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,06 persen.

“Hari ini kita berbicara tentang cara, bagaimana mengembangkan ekonomi kita, sistem yang kita pakai, dan tujuan yang kita ingin capai,” ujar Kalla.

Wapres JK menegaskan aplikasi sistem Ekonomi Syariah bukanlah hal yang sukar. “Yang menjadi kelemahan kita, adalah memulainya. Semua dari kita, baik para tokoh pesantren, santri, masyarakat semua, harus memulai. Karena apa pun yang kita bicarakan, jika tidak kita mulai maka hanya berhenti di seminar. Tekad untuk memulai, sangat penting,” tegasnya..

“Mari kita kejar keterlambatan ini. Mari kita memulainya dan siapkan diri sebaik mungkin. Berikan motivasi dan contoh-contoh bagi masyarakat. Baik ibadah, maupun Muamalah nya. Matangkan strategi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” lanjutnya.

Selepas membuka ISEF, Wapres didamping para pejabat dan tokoh, meninjau pagelaran ISEF yang dipusatkan di lantai 2 dan 1

Turut hadir mendampingi Wappres, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PPN / Kepala Bappenas, Bambang PS Brojonegoro, OJK, DPR RI Komisi 11, Gubernur Jawa Timur, para pimpinan bank syariah, para Kepala instansi terkait lainnya, para pimpinan pesantren dan para undangan lainnya.

ISEF sendiri  merupakan event ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia dengan mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil.

Kegiatan ISEF 2017 didahului oleh Festival Syariah (Fesyar) yang dilaksanakan di 3 (tiga) wilayah utama ekonomi syariah lainnya. Fesyar ke-I dilaksanakan di Makassar pada tanggal 25-27 Agustus 2017, dengan tema “Peran Islamic Social Finance Dalam Pemberdayaan Ekonomi”. Mengangkat tema “Mewujudkan Jawa sebagai Poros Pemberdayaan Ekonomi Syariah Nasional”, Fesyar ke-II dilaksanakan di Bandung pada anggal 13-15 September 2017. Sementara Fesyar ke-III dilaksanakan di Medan tanggal 6–8 Oktober 2017, mengusung tema “Membangun Ekonomi Syariah Berlandaskan Konektivitas Regional” .

Salah satu misi ISEF adalah untuk mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata dalam ekonomi syariah, agar memberi dampak terhadap perekonomian nasional dan internasional. Dalam mewujudkan hal tersebut, rangkaian kegiatan ISEF terdiri atas forum syariah dan fair syariah. Forum terdiri dari forum ilmiah (yang mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata) dan forum komunikasi/promosi/edukasi yang merangkai berbagai program, kebijakan dan produk antar-lembaga dan entitas bisnis syariah. Sementara fair syariah menghadirkan beragam produk dan jasa yang ditawarkan oleh lembaga, dunia usaha (termasuk kewirausahaan dan UMKM) dan pesantren berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

LEAVE A REPLY