Penetapan Harga Referensi Umrah Masih Dalam Proses

0
521
Dirjen PHU Nizar Ali. (foto:ist)
Dirjen PHU Nizar Ali. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Beberapa waktu lalu Kementerian Agama mengundang empat asosiasi haji dan umrah di Indonesia untuk mendiskusikan soal penetapan harga referensi umrah bagi biru perjalanan umrah di tanah air. Aturan ini ditetapkan untuk untuk mengantisipasi adanya travel nakal lagi, seperti kasus First Travel beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah (Dirjen PHU), Nizar Ali  mengungkapkan saat ini Kemenag hanya baru menetapkan bahwa harga referensi umrah  yang bisa dijadikan acuan adalah Rp 22 juta.

“Masih dogodok, sementara mengahsilkan referensi skitar Rp 22 juta. Jadi komponen harga referensi muncul dari standar pelayanan minimal,” kata Dijen Nizar  kpeada wartawan di sela-sela keguatan Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2017 di Jakarta.

Menurut Nizar penetepan final harga referensi akan diputuskan setelah pihaknya mengetahui harga standar yang ditawarkan oleh maskapai pesawat, harga hotel, dan biaya transportasi antar kota di Arab Saudi.

“Jadi, misalnya, tiket pesawat jadi standar minimal apakah Lion, Citilink, apakah Garuda itu berapa harganya sih untuk PP. Kemudian di sana jaraknya berapa sih, hotel bintang berapa sih, nah itu muncul harga di situ,” pungkasnya.

Menurut dia, untuk menetapkan harga referensi ini, pihaknya juga melibatkan asosiasi-asosiasi travel umrah. Bahkan, menurut dia, pihaknya sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan asosiasi untuk menetapkan harga referensi.

“Muncul referensi baru kita godok. Setelah ditawarkan kita kumpulkan dan sosialisasikan sebelum akhirnya kita putuskan harga referensi secara nasional,” imbuhnya.

 

 

LEAVE A REPLY