Baznas Bangun Jembatan dan Berdayakan Komunitas Marjinal

0
356
Jembatan yang dibangun oleh Baznas dan masyarakat (foto:istimewa)
Jembatan yang dibangun oleh Baznas dan masyarakat (foto:istimewa)

HAJIUMRAHNEWS – Dalam rangka memberdayakan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus mengoptimalkan pendekatan kepada kaum marjinal. Di antaranya adalah dengan membangun jembatan di daerah pedalaman dan membina kerohanian komunitas terminal. Selain itu, Baznas juga mengirimkan ambulan untuk membantu korban ledakan pabrik petasan di Kompleks Pergudangan 99, Kosambi, Tangerang, Banten.

“Sudah menjadi tugas Baznas memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” ujar Pimpinan Layanan Aktif Baznas (LAB) Ahmad Fikri yang didampingi Koordinator Dakwah dan Advokasi Baznas Farid Septian dalam keterangan resminya di Jakarta yang diterima hajiumrahnews.com, Jumat (27/10).

Fikri mencontohkan, LAB baru saja membangun jembatan  yang menghubungkan Desa Simpang Garut dengan Desa Cempakasari, Tasikmalaya, Jawa Barat dan Jembatan Kasaba Desa Sindangsari, Kabupaten Lebak, Banten.

Fikri menyampaikan, pada 18 Oktober LAB mendapatkan informasi melalui media sosial terkait laporan kerusakan jembatan yang sudah usang oleh Kepala Desa Simpang Garut. “Tim LAB langsung merespon dan pada 19 Oktober mendatangi lokasi dan mengecek kondisi jembatan yang ternyata mengenaskan dan membahayakan warga. Pada malam harinya kami bermusyawarah dengan perangkat dari desa, kelurahan dan kecamatan,” ucapnya.

Pada 20 Oktober kemudian, lanjut Fikri, tim LAB mengoordinasi warga untuk berbelanja di kawasan Cipatujah dengan menempuh perjalanan selama 10 jam. “Alhamdulillah, dengan bergotong royong bersama warga, dalam sepekan jembatan pun selesai hingga bisa dimanfaatkan oleh 4.629 jiwa dalam 1.279 kepala keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Baznas juga membangun jembatan Kampung Sawah Bangkit (Kasaba) yang diakses 2.600 penduduk Kampung Sawah dan Kampung Lebak Picung, Desa Sindangsari, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan yang dibangun di atas Sungai Ciberang ini menjadi akses satu-satunya bagi warga untuk pergi mencari nafkah, menimba ilmu dan aktivitas lainnya.

Tidak hanya itu, Fikri yang juga Kepala Baznas Tanggap Bencana (BTB) menyebutkan, pihaknya juga mengirimkan bantuan ambulan untuk korban kebakaran dan ledakan pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10). “Setiap informasi kita respon dengan kaji cepat terlebih dahulu. Jika kaji cepat atau assesment awal menunjukkan stakeholder penanggulangan bencana setempat mampu menangani, BTB standby memonitor perkembangan saja. Tapi bila mendesak, BTB ikut ambil bagian,” katanya.

BTB sendiri, kata Fikri, akan merespon ke lapangan jika kebutuhan hidup (livelihood) masyarakat terganggu. Ditambah lagi bila tim penanggulangan bencana setempat belum optimal melaksanakan tugas yang disebabkan sejumlah hal seperti kekurangan sumber daya manusia (SDM), biaya, peralatan, luas area atau warga terdampak sangat banyak.

Sementara, Koordinator Dakwah dan Advokasi Baznas Farid Septian, mengatakan, pihaknya menggencarkan kegiatan pembinaan komunitas marjinal. “Kami berkeliling ke warga yang tinggal di kolong jembatan, jalanan dan sebagainya. Dan baru-baru ini, kami bekerja sama dengan sejumlah terminal antara lain Terminal Kampung Rambutan untuk mengadakan aktivitas dakwah,” ujarnya.

Farid menjelaskan, aktivitas Baznas yang menyasar para pedagang, petugas kebersihan, kuli panggul, pengojek motor pangkalan dan online, dan sebagainya, dilakukan dengan menggelar pengajian rutin. “Kami ingin mengubah citra terminal yang kerap diidentikkan dengan kriminalitas menjadi lebih humanis dan agamis. Apalagi, terminal menjadi pusat perkumpulan mustahik dari asnaf fakir, miskin dan musafir atau ibnu sabil,” ujarnya. (hai)

LEAVE A REPLY