Naqoy, Marbot Masjid Peraih Santri of The Year 2017

0
65
Nanang Qosim Yusuf (Naqoy) saat menerima penghargaan sebagai Santri of The Year 2017. (foto: istimwa)
Nanang Qosim Yusuf (Naqoy) saat menerima penghargaan sebagai Santri of The Year 2017. (foto: istimwa)

HAJIUMRAHNEWS – Hari santri jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, para santri di seluruh Indonesia merayakan hari santri dengan berbagai cara yang positif. Salah satu acara yang mendapat perhatian publik dua bulan sebelum tanggal 22 oktober adalah ajang pemilihan Santri of The Year 2017 yang digelar di Gedung Galeri Nasional, jalan Merdeka Barat.

Ada banyak katagori yang terpilih sebagai Santri of The Year 2017, satu diantaranya adalah katagori Santri Entrepreneurship yang disematkan kepada Nanang Qosim Yusuf atau yang lebih dikenal dengan sapaan Naqoy.

Sosok Naqoy tidak hanya dikenal sebagai pengusaha muslim yang sukses, ia juga dikenal sebagai pembicara yang pernah memecahkan Rekor MURI dengan 18.000 peserta di Istora Senayan pada tanggal 26-27 September 2009 lalu.

Di samping itu, Naqoy juga dikenal sebagai penulis yang produktif sejak 2006 dan telah diterbitkan oleh Kelompok Gramedia. Buku-bukunya dinilai banyak menginpsirasi pembaca di penjuru negeri, seperti The 7 Awareness, The Heart of 7 Awareness, One Minute Awareness, 21 Days tobe Transhuman, Awareness of Ramadhan, Jejak-jejak Makna, dan Novel My Name is Naqoy.

Saat ini pria yang dulunya adalah hanya seornag marbot di masjid ini kini telah dipercaya sebagai konsultan leadership di BUMN seperti Pertamina, PLN dan lainya. Tidak hanya itu, di dunia pendidikan, Naqoy juga dikenal sebagai pakar pendidikan yang sering melatih para guru, kepala sekolah di berbagai daerah.

Naqoy sendiri pernah mondok di pesantren Nurul Huda Munjul Cirebon tahun 1995-1997. Di pesantren pimpinan Kyai Zainal Muttaqien ini ia menempa dirinya sebelum melanjutkan kuliah ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di sela-sela kuliah, Naqoy bekerja menjaga sepatu dan menjadi petugas kebersihan di Masjid Fathullah yang ada di komplek perumahan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kala itu.

Ayahnya adalah tukang becak, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. Lantaran keduanya tidak bisa membaca dan menulis itu menjadi alasan dirinya untuk menjadi penulis terkenal seperti sekarang ini. Kini, Naqoy tercatat sebagai Direktur Utama Naqoy Group. Sebuah kelompok bisnis yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari jasa, fashion, properti, kuliner, musik studio dan konveksi pembuatan kaos-kaos motivasi.

Di luar aktifitas bisnisnya, Naqoy juga aktif di organisasi Keluarga Mahasiswa Sunan Gunung Djati (KMSGD) Cirebon, Alumni Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Altar UIN Jakarta), Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orsat Tangerang Selatan sebagai Dewan Pakar dan Ketua Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul (IKBAL).

Sebelumnya, Naqoy yang berkarir sebagai dosen di kampus UIN Jakarta selepas lulus, ia tidak memilih menjadi pegawai negeri sipil (PNS), malah memilih menjadi trainer dan entrepreneur sampai sekarang.

Dalam bukunya Great Entrepreneur, ia menulis bahwa seorang entrepreneur harus memiliki 3K yaitu Komunikasi, Kesempatan dan Komitmen. “Dan yang membuat seseorang memiliki komitmen hebat serta kuat adalah ketika ia menemukan One Minute Awareness,” kata Naqoy kepada hajiumrahnews.com lewat pesan WhatsApp pada Kamis, (26/10). (hai)

LEAVE A REPLY