First Travel Akui Masih Sanggup Berangkatkan dan Refund Uang Jamaah

0
400
Pimpinan First Travel Andhika Surrachman dan Anniesa Hasibuan (tengah) saat sesi konferensi pers terkait mangkraknya keberangkatan puluhan ribu jamaah umrah. (foto:ist)
Pimpinan First Travel Andhika Surrachman dan Anniesa Hasibuan (tengah) saat sesi konferensi pers terkait mangkraknya keberangkatan puluhan ribu jamaah umrah. (foto:ist)
Pimpinan First Travel Andhika Surrachman dan Anniesa Hasibuan (tengah) saat sesi konferensi pers terkait mangkraknya keberangkatan puluhan ribu jamaah umrah. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Manajemen First Travel melalui kuasa hukumnya Deski menegaskan pihaknya siap dan masih sanggup untuk bertanggung jawab dengan mengusahakan keberangkatan ataupun pengembalian dana (refund) dari 58.682 jamaahnya. Untuk itu, Deski meminta agar kasus pidana kedua pemilik First Travel dicabut.

“Jadi gini, proses dalam perdata di PKPU itu tidak serta merta menghapuskan proses pidana. Tapi, setidaknya ini, menjadi pertimbangan pada majelis hakim pada hukum pidananya,” ujar Deski di Jakarta, Rabu (25/10).

Menurut Deski, baik Andhika Surrachman maupun Anniesa Hasibuan tidak layak untuk dipidanakan. Pasalnya kasus yang sedang dihadapi adalah murni kasus perdata. “Sedangkan pelapor (jamaah) sendiri sudah mengajukan perdamaian di PKPU, 13 pelapor semuanya mengajukan minta diganti, minta diberangkatkan,” tutur Deski.

Untuk itu, Deski pun meminta kepada 13 pelapor agar mencabut laporannya kepada Bareskrim agar First Travel bisa menunaikan tanggung jawabnya demi kebaikan jamaah

“Akhirnya, kalau mereka ditangkap, perdata udah enggak bisa, ngapain mereka ngeberangkatin, orang ditahan. Apalagi kalau TPPU kena 15 tahun, apa mau mereka (jamaah) nunggu sampe 15 tahun?” terang dia.

Menanggapi hal ini Kanit I Subdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, AKBP Bambang Wijarnako menilai, klaim yang dilakukan kuasa hukum First Travel tersebut adalah hal yang wajar. Hal tersebut merupakan hak tersangka sebagai upaya membela diri di gugatan PKPU.

“Uang jamaah yang harus dipertanggungjawabkan lebih dari 900 M, dari mana dia dapat uang segitu? Siapa investor yang mau take over beban sebanyak itu? Apa untungnya bagi investor itu,” kata Bambang.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Direktur Utama First Travel, pasangan suami istri Andhika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Selain itu, Manajer Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki yang merupakan adik Anniesa juga telah menjadi tersangka. Ketiga tersangka pun terjerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan, serta Pasal 3 dan Pasal 5 UU No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.