Kemenag Bersama ATN Kupas Tuntas Halal Food di IIRE 2017

0
134
Suasana jelang pembukaan Seminar dan Workshop yang digelar di Aryaduta Karawaci Tangerang, pada Senin (23/10). (foto:dok)
Suasana jelang pembukaan Seminar dan Workshop yang digelar di Aryaduta Karawaci Tangerang, pada Senin (23/10). (foto:dok)ti,

HAJIUMRAHNEWS – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Australian Technology Network (ATN) menggelar seminar dan workshop bertajuk 2nd Inspiring International Research Excellence (IIRE). Kegiatan ini yang berlangsung hingga esok hari di hotel Aryadhuta Karawaci, Tangerang.

Menurut Kasubdit Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat Mohammad Zain, penyelenggaraan IIRE 2017 ini akan membahas sejumlah topik, salah satunya adalah makanan halal. “Sertifikasi halal  menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, halal kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan juga sudah memasuki dunia bisnis,” kata Zain dalam keterangan resminya yang diterima hajiumrahnews.com pada Senin (23/10).

Zain mengatakan, halal di Indonesia menemukan momentum baru setelah diresmikannya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sebagai Eselon I di Kemenag. “Apa dan bagaimana BPJPH ke depan, kami akan menghadirkan Kepala BPJPH sebagai salah satu pembicara pada seminar ini,” ujar Zain.

Seminar ini juga akan mengupas topik urban planning, population genetics, dan architecture yang disampaikan para narasumber dan peneliti dari ATN yang berkompeten di bidangnya.  “Seminar dibuka Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dan Acting Dubes Australia Bradley Armstrong, pagi ini,” katanya.

Di forum ini, kata Zain, akan diikuti sekitar 300 peneliti yang terpilih dari sekitar 1000 pendaftar yang datang dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan Perguruan Tinggi Umum (PTU), serta para peneliti.  “Momen ini adalah kesempatan emas untuk membangun jejaring dengan peneliti Australia. Para peserta akan mempresentasikan dan mengkonsultasi topik penelitiannya kepada para peneliti ATN,” tuturnya. (hai)

LEAVE A REPLY