Hari ini, Polisi Periksa Artis Syahrini Terkait Kasus First Travel

0
309
Artis Syahrini yang pernah berumrah dengan First Travel mengunggah dalam medsosnya (foto:ist)
Artis Syahrini yang pernah berumrah dengan First Travel mengunggah dalam medsosnya (foto:ist)
Artis Syahrini yang pernah berumrah dengan First Travel mengunggah dalam medsosnya (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim akan melakukan pemeriksaan terhadap Syahrini pada hari ini Rabu (27/9). seperti yang diketahui, artis papan atas ini pernah menggunakan jasa First Travel untuk menunaikan ibadah umrah.

Nantinya, Syahrini dipanggil sebagai saksi dalam kasus penipuaan, penggelapan dan pencucian dana pembayaran puluhan ribu calom peserta umrah PT FIrst Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

“Infonya, Syahrini akan hadir memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi kasus First Travel,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul.

Dalam kasus penipuan ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Andika Surachman (Dirut), Anniesa Desvitasari (Direktur), serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Utama).

Direktur Utama Andika diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan, dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya (Kiki) berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika. Terhitung sejak Desember 2016 hingga Mei 2017, polisi memperkirakan total jumlah jamaah yang mendaftar terkait paket umrah yang ditawarkan First Travel sebanyak 72.682 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14 ribu orang. Jumlah yang belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Sementara itu, atas kasus penipuan ini diperkiraan meraup kerugian sebesar Rp 848,7 miliar yang diderita para peserta umrah. Hal ini terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp 839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp 9,5 miliar.

Disamping itu, tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp 85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp 9,7 miliar, dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp 24 miliar. (dik)