Tahun Ini, Angka Kematian Jamaah Haji Indonesia Meningkat

0
86

Jamaah haji meninggal saat diabawa oleh mobil ambulance. (foto:ist)HAJIUMRAHNEWS-Sampai hari kedelapan fase pemulangan jamaah haji ke tanah air, total  jamaah haji yang meninggal di tanah suci mencapai 438 jamaah. Lima jemaah wafat di Jeddah, 309 wafat di Makkah, 37 wafat di Madinah, 20 wafat di Arafah, dan 67 jemaah wafat di Mina. Sebanyak 18 orang dari jumlah yang wafat adalah jemaah haji khusus.

“Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya bahkan, jumlah ini juga sudah melewati angka kematian tahun 2015, di luar korban jatuhnya crane dan musibah Mina,” Kata Kasi Penghubung Kesehatan Daker Makkah dr. Ramon Andrias Ramon di Makkah, Rabu (13/09).

Angka kematian pada musim penyelenggaraan haji tahun 2015 mencapai 491, namun sudah termasuk lebih dari seratus jemaah wafat korban crane dan musibah Mina. Sementara angka kematian pada tahun 2016 berjumlah 342.

Namun, meningkatnya jumlah kematian jamaah haji di tahun ini juga karena kuota jamaah haji yang lebh banyak dari tahun sebelumnya.

“Tingginya angka kematian ini juga karena kuota haji tahun ini kembali normal. Jadi kembali ke 211ribu ditambah 10ribu, menjadi 221ribu. Jadi wajar lebih tinggi karena ristinya lebih tinggi kuotanya juga lebih tinggi,” ujar Ramon.

“Sampai saat ini dari 438 kematian, 342 itu kematian di atas umur 60. Memang sudah risti dari risti umur, mungkin ditambah lagi dengan risti penyakit,” lanjutnya.

Ramon mengungkapkan salah satu yang menyebabkan meningkatnya angka kematian ini adalah faktor cuaca di tanah suci yang sangat tinggi. Musim haji tahun ini rata-rata cuaca panas di Arb Saudi bahkan bisa mencapai 45-50 drajat celcius.

Kepada jemaah yang masih di Makkah dan Madinah, Ramon mengimbau untuk memahami kondisi fisik masing-masing dan tidak memaksakan diri. “Bila tidak pe rlu keluar, jangan keluar dulu. Apalagi di Madinah panasnya lebih terasa,” tuturnya.

Jemaah juga diingatkan untuk makan dan minum secara teratur. Minum air putih dengan cukup, tidak harus menunggu haus. “Sekarang sudah hajian, mungkin jemaah sudah ingin pulang. Selera makan sudah mulai berkurang. Tapi tetap harus makan dan banyak minum,” tandasnya.

Penyelenggaraan ibadah haji sudah memasuki fase pemulangan. Sampai dengan hari 12 September, total sudah ada 103 kloter yang terbang ke Tanah Air dengan 41.264 jemaah dan 515 petugas kloter. Pemulangan jemaah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah akan berlangsung hingga 20 September mendatang.

Pergerakan jemaah haji dari Makkah ke Madinah juga sudah mulai pada 12 September 2017. Sebanyak 16 kloter telah diberangkatkan pada hari pertama. Pergeseran ini akan terus berlangsung hingga 26 September mendatang. Jemaah akan berada di Madinah selama 8 – 9 hari untuk selanjutnya diberangkatkan menuju Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Kloter terakhir jemaah haji Indonesia diperkirakan akan pulang pada 5 Oktober 2017.

 

LEAVE A REPLY