Ketua Umum: Pekerjaan Rumah SMSI Masih Banyak

0
102
Dewan Pengurus SMSI Pusat, Dewan Penasehat dan pengurus SMSI Provinsi foto bersama usai mendaftarkan SMSI ke Dewan Pers di Gedung Dewan Pers Jakarta, Jumat (8/9) kemaren. (foto:smsi)
Dewan Pengurus SMSI Pusat, Dewan Penasehat dan pengurus SMSI Provinsi foto bersama usai mendaftarkan SMSI ke Dewan Pers di Gedung Dewan Pers Jakarta, Jumat (8/9) kemaren. (foto:smsi)

HAJIUMRAHNEWS – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) telah mendaftarkan diri sebagai calon konstituen Dewan Pers. Pendaftaran dilakukan pada Jumat (8/9) kemarin oleh Ketua Umum SMSI Teguh Santosa didampingi Sekjen SMSI Firdaus Ansueto dan sejumlah ketua SMSI provinsi serta dewan penasehat Rizal Ramli, Atal S. Depari dan Mirza Zulhadi .

Dalam kesempatan itu, Teguh Santosa menyerahkan satu bundel dokumen yang antara lain berisi AD/ART, susunan pengurus SMSI di tingkat nasional dan 26 provinsi, serta form isian persyaratan bagi calon anggota SMSI. Juga ikut diserahkan dokumen 265 perusahaan media massa berbasis internet anggota SMSI yang telah didata dan diverifikasi di 17 provinsi.

Rombongan SMSI diterima Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Jauhar dan Wakil Ketua Pendataan Dewan Pers Hendri Ch. Bangun.

“Menurut Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam Rapat Kerja Nasional SMSI di Surabaya bulan Juli lalu, syarat minimal pendaftaran organisasi perusahaan media baru ke Dewan Pers adalah pengurus minimal di 15 provinsi dan anggota minimal 200 perusahaan media. Alhamdulillah, hari ini kami membawa lebih dari yang disyaratkan,” kata Teguh.

Usai menyerahkan semua dokumen, Teguh mengatakan bahwa pekerjaan SMSI masih jauh dari selesai. Untuk itu, ia meminta, setelah pendaftaran, pengurus SMSI di pusat maupun provinsi diminta untuk terus melakukan pendataan dan verifikasi anggota.

“Tugas kita masih jauh dari selesai. SMSI masih punya utang membentuk pengurus di 7 provinsi. Lalu, pengurus di sembilan provinsi harus menyelesaikan pendataan dan verifikasi. Begitu juga dengan pengurus 17 provinsi yang hari ini didaftarkan harus terus bekerja untuk mendata dan memverifikasi anggota dan calon anggota,” ujar Teguh usai pendaftaran.

Menurutnya, pekerjaan ini akan dievaluasi lagi di bulan November. Dimana pihaknya akan mengikirimkan lagi dokumen perusahaan media online anggota SMSI yang baru. “Progres ini penting untuk memperlihatkan bahwa SMSI adalah organisasi yang serius dan dapat dipercaya,” ujar Teguh.

Evaluasi teknis mengenai penyerahan dokumen administrasi verifikasi anggota SMSI, sambungnya, akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Nasional SMSI yang akan digelar di Provinsi Bangka Belitung pada pertengahan November.

Berdasarkan catatan Dewan Pers saat ini ada tidak kurang dari 43 ribu media massa berbasis internet yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Sebagian besar tidak dikelola secara profesional serta tidak menghormati etika dan hukum jurnalistik.

Karena itu, Teguh Santosa mengingatkan bahwa SMSI ikut bertanggung jawab menciptakan kehidupan pers yang sehat dan membantu perusahaan-perusahaan media online menjadi perusahaan yang profesional dengan kualitas jurnalistik yang baik. (hai)

LEAVE A REPLY