Jamaah Haji Asal Batang Doakan Daerahnya Jadi Maju dan Kuat

0
222
Jamaah haji asal Kabupaten Batang saat mendengarkan khutbah wukuf di Arafah pada Kamis (31/8) (foto:anizar)
Jamaah haji asal Kabupaten Batang saat mendengarkan khutbah wukuf di Arafah pada Kamis (31/8) (foto:anizar)

HAJIUMRAHNEWS – Sebanyak 359 jamaah Haji asal Batang yang tergabung dalam kloter SOC 9 selesai menjalankan wukuf di Arafah dengan baik dan benar. Meski dalam pelaksanaan wukuf di musim haji ini cuaca sangat panas mendekati 50 derajat, namun  tidak mengganggu kelancaran dan kekhusyukan prosesi wukuf di Arafah.

Hal ini disampaikan Ketua Kloter SOC 9 Ramdhan, seperti dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com pada Jumat dini hari (1/9) .

Sementara salah seorang petugas TPIHI, Darwanto dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk selalu memohon ampunan kepada Allah, mendoakan Batang menjadi daerah yang maju dan kuat. Tak lupa ia juga menjelaskan makna wukuf, yaitu berhenti sejenak berpikir tentang masa lalu dan memohon ampunannya serta menatap jauh ke depan untuk menggapai ridlo Ilahi.

Kiai Anizar Masyhadi yang juga salah satu jamaah Batang haji tahun ini menjelaskan tentang keutamaan 10 hari Dzulhijjah khususnya pada hari Arofah tanggal 9 Dzulhijjah dan tanggal 10 yang merupakan Idul Adha, hari raya kemenangan.

Kiai Anizar menambahkan, jika Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan 1000 bulan, Allah rahasiakan waktu pastinya, maka Hari Arafah tidak demikian halnya. Jika pada malam Lailatul Qadar, kemuliaannya diiringi dengan turunnya para malaikat, maka pada hari Arafah Allah sendiri yang turun ke langit dunia sebagaimana diriwayatkan dalam banyak Hadis Shahih.

Arafah adalah hari yang dimuliakan dan diagungkan oleh Allah, dimana pada hari itu Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang sedang berhaji kepada para Malaikat, dan menjamin akan mengampuni semua dosa dosanya. Bagi yang sedang tidak berhaji, maka sangat dianjurkan untuk berpuasa sunnah pada hari tersebut yang pahalanya dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.

Darwanto menambahkan bahwa secara amaliyah, wukuf berbeda dengan thawaf, sai, atau shalat yang membutuhkan gerakan-gerakan tertentu. Thawaf bergerak mengelilingi Kabah; sai berjalan antara Shafa dan Marwa; demikian juga dengan melontar jumrah yang berjalan ke jamarat dan melontarinya dengan kerikil-kerikil. Namun, wukuf yang merupakan rukun terpenting haji, justru dilakukan dengan berdiam diri. Tidak ada aktifitas dalam wukuf kecuali dengan duduk memperbanyak istighfar, dzikir dan bermunajat kepada Allah SWT.

Secara bahasa, wukuf artinya berhenti atau berdiam diri. Wukuf dimaksudkan agar jamaah haji mampu berhenti dari segala aktivitas duniawi yang selama ini menyibukkannya dari mengingat Allah SWT. Wukuf mengajarkan bahwa ia harus mampu merenungi dan menyadari dosa-dosa masa lalunya, kemudian bertobat kepada Allah SWT. Wukuf juga menyuruhnya untuk melihat diri sendiri sebelum melihat orang lain.

Budi Waluyo Jamaah asal Banyuputih dalam sambungan pesan singkat mengungkapkan rasa bahagia dan haru, jamaah Batang khidmat dan khusyuk dalam menjalanlan prosesi wukuf. “Pembimbing di masing-masing rombongan menyeru dan mengajak berdoa untuk Bangsa dan Kabupaten Batang,” katanya. (hai)

LEAVE A REPLY