Ini Isi Pesan Dubes Indonesia Bagi Jamaah Haji di Arafah

0
299

 

Jamaah Haji saat mengikuti rangkaian kegiatan wukuf. (foto:ist)
Jamaah Haji saat mengikuti rangkaian kegiatan wukuf. (foto:ist)

Hari ini Kamis 9 Dzulhijjah 1438H/31 Agustus 2017 jutaan jemaah haji seluruh dunia tidak terkecuali jemaah haji Indonesia berkumpul di padang Arafah untuk menunaikan wukuf. Rangkaian kegiatan wukuf pun digelar pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin ratusan ribu jamaah haji Indonesia.

Jamaah mulai masuk kegiatan wukuf sejak pukul 11.00 WAS atau 15.00 WIB. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan talbiyah, pembacaan ayat suci Alquran, sambutan Duta Besar Arab Saudi Agus Maftuh Abegabriel dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Puncak Khutbah wukuf akan dibacakan oleh Sekretaris Amirul Hajj Abdul Djamil , Iqamah oleh Misbah Umar Ali. Kemudian, Salat Dhuhur dan Asar dilakukan secara jama taqdim. Kemudian, acara akan ditutup oleh pembacaan doa wukuf, yakni Muhammad Musthofa Aqiel, M Kharis Sodaqoh, dan Ali Mashady Taati Marzuqi.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegabriel mengucap selamat kepada para tamu-tamu Allah yang berkesempatan untuk diundang Allah SWT untuk memenuhi panggilannya, menyempurnakan rukun Islam kelima dengan Ibadah haji

“Jemaah telah melakukan perjalanan panjang menuju baitullah. Para dhuyufurrahman telah datang dengan penuh keamanan dan keselamatan ke Baitullah. Kalian telah memenuhi panggilan Allah menuju Baitullah,” kata Dubes Agus.

Dubes Agus mengungkapkan Di Arafah ini,  pada 1428 tahun yang lalu. Tepatnya 10 Hijriyah dan tepatnya di atas Jabal Rahmah, Nabi Muhammad memberikan khutbah yang dikenal khutbatul wada’.Isi khutbah tersebut sangat layak direnungkan. Di atas Jabal Rahmah, Nabi Muhammad di tanggal 9 Zulhijjah 10H, memunculkan statement dahsyat utk kemanusiaan. Ia pun mengutip petiikan khutbah Nabi Muhammad SAW.

“Wahai manusia dengarkan perkataanku. Sesungguhnya saya tidak tahu kemungkinan saya tidak akan berjumpa dengan kalian setelah tahun ini di tempat ini selamanya. Wahai manusia, sungguh darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah haram (tidak boleh mengalirkan darah seenaknya atas nama apapun, apalagi dengan pembajakan terhadap teks suci keagamaan sebagaimana terjadi akhir-akhir ini di negara konflik.)”

Menurt Dubes Agus dalam khutbahnya Nabi Muhammad menekankan bahwa Islam sangat menghargai nyawa, harta dan harga diri. Sebagaimana kehormatan hari Arafah, bulan Zulhijjah di Kota Makkah yang suci ini.  Ia pun menyimpulkan bahwa pesan kenabian Rasulullah pada haji wada’ adalah pesan perdamaian dunia. “Kita menghargai orang lain, mempertegas Islam sebagai agama Rahmat dan perdamaian untuk semua” ujar Dubes Agus.

Agus menilai Khutbah Nabi pada 1428 tahun yang lalu menekankan prinsip persamaan antar umat manusia .Dari sabda Nabi di Arafah ini, kita dapat simpulkan bahwa Nabi ingin kita mempertegas Islam sebagai agama yang cinta damai, agama persahabatan dan persaudaraan, agama yang sangat menghargai keadilan dan agama persamaan.

Agus pun meminta para jamaah untuk turut mendoakan seluh masyarakat yang ada di tanah air agar mampu meningkatkan kesejahteraan, kepedulian sosial, dan mampu menjaga persaudaraan sesama manusia.

“Setajam apapun perbedaan di antara kita, jangan sampai mengoyak sisi kemanusiaan kita karena kita diikat persaudaraan sesama manusia.Mudah-mudahan Arafah membawa kita semua pada kesadaran ini dan membawa kita untuk mampu mewujudkannya di lingkungan kita masing-masing,” tutup Agus.

LEAVE A REPLY