Soal Sertifikasi Halal di Korea, IITCF Akan Sampaikan Keinginan FMK Kepada MUI

0
193
Ketua IITCF Priyadi Abadi dan Presiden Federasi Muslim Korea (FMK), Choi Youngkil bersama romobongan Korea Muslim Educational Trip saat sesi foto bersama. (foto:ist)
Ketua IITCF Priyadi Abadi dan Presiden Federasi Muslim Korea (FMK), Choi Youngkil bersama romobongan Korea Muslim Educational Trip saat sesi foto bersama. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Lembaga Pengkajian Panganan Obat-obatan dan Kosmetik (LPOM) merupakan otortitas lembaga yang berperan sebagai hulu penetapan produk-produk halal di Indonesia. Selama kurun 28 tahun, MUI terus berkontribusi dalam menjaga dan menyediakan kebutuhan akan produk-produk halal bagi masyarakat muslim Indonesia.

Untuk menyediakan kebutuhan halal bagi umat muslim di Indonesia, MUI gencar mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal bagi produk-prroduk hingga tempat-tempat makan di pelosok negeri. Tak heran, sertifikasi halal ala MUI pun kerap diminati oleh berbagai Negara yang saat ini tengah serius menggarap segmen industri halal, salah satunya adalah Korea.

Presiden Federasi Muslim Korea (FMK), Choi Youngkil mengaku ingin mencontoh model sertifikasi halal MUI, dan berharap MUI mau membantu FMK perihal sertifikasi halal di Korea Selatan. Hingga saat ini, FMK hanya bisa mengeluarkan 13 sertikasi halal untuk restoran halal di Korea Selatan.

“Kami sangat ingin mendapatkan izin memberikan sertifikasi halal di Korea atas nama MUI,” kata Choi Youngkil, Kepada peserta Korea Muslim Educational Trip (Komet) dari Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF), di Masjid Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Jumat (25/8).

Choi Youngkil yang memiliki nama Islam Hamid tersebut mengungkapkan sebenarnya sudah sejak lama FMK mengajukan permintaan itu kepada MUI. “Tapi sampai sekarang belum direspons, padahal kami sangat ingin bekerja sama dengan MUI,” ujarnya.

Restoran halal di Muslim Town, Korea Selatan. (foto:republika)
Restoran halal di Muslim Town, Korea Selatan. (foto:republika)

Guru besar Universitas Myongji, Korsel itu menuturkan alasan mengapa baru 13 restoran yang mendapat sertifikasi halal dikarenakan standar sertifikasi halal FMK memang cukup ketat. Sertifikasi halal tersebut diproses oleh Komite Halal yang merupakan bagian dari FMK.

“Kami sangat selektif mengeluarkan sertifikasi halal. Syarat untuk mendapatkan sertifikat dari FMK tak hanya menggunakan bahan-bahan halal, tapi proses dan lingkungan sekitar restoran itu juga sesuai dengan kehalalan itu, serta kami periksa siapa pemiliknya” tutur Choi Youngkil.

Melihat niat baik FMK tersebut, Ketua IITCF Priyadi Abadi  mengatakan akan mencoba menyampaikan keinginan FMK kepada MUI. “Saya akan sampaikan permintaan FMK kepada Ketua Umum MUI, Pak Kiai Ma’ruf Amin. Kebetulan saya kenal baik dan sering satu meja dengan beliau. Sehingga, aspirasi FMK dan masyarakat Muslim yang menginginkan halal food di Korea Selatan bisa semakin terpenuhi,” jelas Priyadi.

Korea Selatan sendiri merupakan salah satu Negara yang telah masuk kategori ramah muslim (moslem friendly). Wisatawan muslim mancanegara tak akan menemui banyak kesulitan untuk mencari makanan halal maupun tempat ibadah saat berkunjung kesana. Hal ini karena instruksi langsung dari pemerintah Korea Selatan untuk menyambut pasar halal yang kini semakin diminati.

Korea Tourism Organization (KTO) bahkan menerbitkan buku panduan halal food, sehingga pelancong dari berbagai negara mudah mencari lokasi restoran halal di Negeri Ginseng. Antara lain buku berjudul “Muslim-Friendly Restaurant in Korea”, dengan tebal 138 halaman.

Gelaran Korea Muslim Educational Trip (KOMET) IITCF sendiri saat ini tengah berlangsung sejak 21 Agustus lalu. Kegiatan yang diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari tour lrader muslim, pelaku wisata halal dan pelajar ini menghadirkan sejumlah program menarik dan edukatif. Salah satunya adalah program tebar sejuta perangkat alat shalat di dunia. Program ini bertujuan untuk mengedukasi para pemilik restoran atau hotel stempat untuk turut memperhatikan kebutuhan ibadah bagi muslim traveller. (Jab)

 

LEAVE A REPLY