Produk Halal Indonesia Siap Sasar Eropa

0
102
Produk Halal. (foto: ist)
Produk Halal. (foto: ist)

HAJIUMRAHNEWS-Perkembangan industri halal tanah air belakangan mengalami peningkatan cukup pesat. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia mulai serius untuk mendeklarasikan diri sebagai pusat halal dunia. Keseriusan Indonesia tercermin dari diterbitkannya UU no 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang kini mulai gencar diimplementasikan.

Melihat geliat produk-produk halal Indonesia yang kian menjamur dipasaran, Kementerian Perindustrian yakin produk halal Indonesia mampu mendapat pasar tersendiri dan sanggup bersaing dengan produk dari Benua Eropa. Bahkan saat ini Kementerian Perindustrian tengah merealisasikan langkah Indonesia untuk menyasar pasar eropa dengan mengikuti pameran industri makanan dan minuman di Jerman bernama Allgemeine Nahrung Genussmittel Austellung (ANUGA) 2017.

“Untuk itu, pameran ini menjadi ajang membuka wawasan bahwa industri makanan di Indonesia telah memenuhi syarat terhadap mutu, keamanan pangan ataupun sertifikat yang harus dipenuhi di pasar internasional. Saya yakin, produk halal Indonesia memiliki tempat di pasar Eropa,” kata Sekretaris Ditjen Industri Agro Kemenperin Enny Ratnaningtyas.

ANUGA sendiri merupakan ajang pameran makanan dan minuman tingkat internasional, yang diprediksi akan diramaikan oleh 160 ribu orang dari 190 negara dari berbagai penjuru dunia. Ajang ini juga diharapkan bisa membuka peluang pasar ekspor non tradisional seperti di negara-negara kawasan Amerika Utara, Tengah dan Selatan, Eropa Utara, Tengah dan Timur, Afrika, serta Timur Tengah.

Partisipasi Indonesia dalam ajang ANUGA disambut baik oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Menurutnya, produk  makanan dan minuman halal tanah air harus mulai berani menyasar pangsa ekspor baik pasar tradisional maupun pasar baru dalam upaya mendongkrak kinerjanya.

Airlangga juga meminta agar para pelaku industri ini mampu menghadirkan terobasan dan inovasi baru bagi produk yang dihasilkan agar dapat diminati oleh konsumen dalam negeri dan mancanegara.

“Market domestik dan ekspor masih besar. Yang terpenting untuk industri ini juga adalah ketersediaan bahan baku sehingga mendorong investasi terus tumbuh. Pemerintah telah memberikan kemudahan perizinan usaha bagi pelaku industri termasuk sektor IKM,” ¬†ujarnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, terdata industri makanan dan minuman nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,19 persen pada triwulan II tahun 2017.

Capaian tersebut turut beperan dalam kontribusi manufaktur andalan ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas yang mencapai 34,42 persen atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Sementara itu, nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari sampai Juni 2017 mencapai 15,4 miliar dollar AS. Sehingga, kinerja ini mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar 4,8 miliar dollar AS.

LEAVE A REPLY