Rombongan Haji KBIH Muzdalifah Kunjungi Museum Mekkah dan Pabrik Kiswah

0
348
Jamaah haji yang tergabung dalam KBIH Muzdalifah saat mengunjungi Museum Mekkah, belum lama ini (foto:anizar)
Jamaah haji yang tergabung dalam KBIH Muzdalifah saat mengunjungi Museum Mekkah, belum lama ini (foto:anizar)

HAJIUMRAHNEWS – Di sela sela kesibukannya beribadah di Tanah Suci, jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muzdalifah, binaan Yayasan Tazakka melakukan kunjungan ke Museum Mekkah dan tempat pembuatan Kiswah Ka’bah.

Kiai Anizar Masyhadi dalam keterangan resminya yang diterima hajiumrahnews.com pada Kamis (24/8) menyatakan, bahwa kunjungan ke Museum Mekkah ini dimaksudkan agar jamaah bertambah wawasan serta dapat memahami sejarah dengan baik. Sehingga kelak ketika kembali ke tanah Air, dapat menceritakan kepada sanak famili dan masyarakat yang mengunjunginya.

“Jadi jamaah haji itu oleh-olehnya adalah cerita pengalaman perjalanan spiritualnya yang positif, tidak kemudian cerita hal-hal yang negatif, apalagi menceritakan aib sesama jamaah lain,” katanya.

Di dalam museum tersebut, lanjut Kyai Anizar, terdapat maket masjidil Haram 2020, tiang ka’bah 1000 tahun yang lalu, bekas lingkaran hajar aswad, pintu ka’bah dan lainnya.

“Alhamdulillah saya dapat melihat gambar posisi pelataran thowaf masjidil harom tahun 2000-an yang masih ada jalan masuk ke sumur air zam zam, termasuk gambar dengan jelas bagaimana sumur zam-zam dibawah pelataran thowaf, skema berapa meter mata air zam zam dari atas tanah, banyak sekali benda-benda peninggalan sejarah, saya sangat senang karena menambah pengalaman,” ujar Mahbub salah satu jamaah asal Reban.

Selain mengunjungi museum, jamaah haji Muzdalifah juga mengunjungi tempat pembuatan Kiswah. Kunjungan ini dimaksudkan agar jamaah bertambah nilainya. Pasalnya, di situ jamaah bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan Kiswah yang akan dipasangkan tahun depan.

“Saya sangat senang karena dapat melihat langsung orang yang sedang mensulam ayat ayat Al-Quran yang tertulis di Kiswah,” ujar Herlina jamaah asal Tersono.

Berdasarkan keterangan dari otoritas pabrik bahwa kiswah dibuat setahun sekali. Penutup Kabah itu terbuat dari kain sutera yang didatangkan dari Italia. Sementara  ayat-ayat Qurannya disulam dengan tangan menggunakan benang berbahan emas dan perak.

Kiswah merupakan penutup Kabah yang berbahan dari sutera asli memiliki berat 670 Kg, dan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, dilakukan pencucian Ka’bah dan penggantian Kiswah. (hai)

LEAVE A REPLY