Kunjungi Makam Pendiri Naksyabadiyah, Awali Tur Muslim Konsorsium Asphurindo ke Uzbekistan

0
664
Peserta Program tur muslim Konsorsium Asphurindo ke Uzbekistan yang berlangsung dari 28 Juli sampai dengan 3 Agustus 2017. (foto:asphurindo)
Peserta Program tur muslim Konsorsium Asphurindo ke Uzbekistan yang berlangsung dari 28 Juli sampai dengan 3 Agustus 2017. (foto:asphurindo)

HAJIUMRAHNEWS – Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) untuk kali pertamanya mengadakan Program tur muslim konsorsium ke Uzbekistan pada 28 Juli – 3 Agustus 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 41 orang peserta di bawah pimpinan President Director Timma Wisata Travel, Tinny Prayogi, mewakili Asphurindo.

Begitu tiba di Uzbekistan pada Sabtu (29/7) rombongan yang menginap di Hotel Asia Bukhara mengawali kunjungannya ke kompleks makam pendiri tarekat Nakhsabandiyah, Bahaudin Naksyahbandi, yang terletak di pinggiran kota Bukhara, Uzbekistan. Demikian seperti President Director Zhafirah Tour & Travel, Tanto Srihartono, dalam keterangan resminya yang diterima hajiumrahnews.com pada Minggu (30/7).

Menurutnya, untuk menuju ke komplek makan pendiri Naksyabandi itu, hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit perjalanan. Begitu tiba di lokasi, rombongan disambut Wakil Menteri Pariwisata Uzbekistan Anwar Porlatov dan jajaran pengurus pengelola kompleks pemakaman.

Peserta saat mengunjungi Makam Pendiri Tarekat Naksyabandiyah, Syeikh Bahaudin Naksyabandi. (foto: asphurindo)
Peserta saat mengunjungi Makam Pendiri Tarekat Naksyabandiyah, Syeikh Bahaudin Naksyabandi. (foto: asphurindo)

Tanto menjelaskan bahwa, kompleks makam begitu luas. Selepas memasuki gerbang utama, para peziarah terutama pria yang ingin menunaikan sholat sunah dipersilakan mengambil wudhu di tempat khusus yang kondisinya sangat bersih. Setelah pintu gerbang, kita memasuki halaman depan yang menggapit makam sang pendiri tarekat. Halaman yang luas dengan penataan taman yang apik. Persis di depan makam, ada kolam yang mungkin dulunya tempat mengambil wudhu. Baru setelah itu kita bertemu bangunan utama dengan menara (minaret) tunggal yang tidak begitu tinggi.

Selanjutnya, rombongan menuju ruang utama untuk mengikuti acara penyambutan resmi, oleh pengurus kompleks makam dan Kementerian Pariwisata Uzbekistan. Di sini, rombongan tur muslim Asphurindo bertemu dengan rombongan serupa dari kalangan travel agen Malaysia.

Dalam sambutannya, Imam kompleks makam Bahaudin Naksyahbandi menyampaikan rasa hormat dan sambutan hangat kepada rombongan peserta tur muslim Uzbekistan baik dari Indonesia dan Malaysia. Sang imam melukiskan hubungan masyarakat Uzbekistan dengan muslim Indonesia adalah persaudaraan sesama muslim yang hangat, kendati terpisah oleh jarak yang jauh.

Sang imam pun menguraikan sekilas riwayat sang pendiri tarekat Nakhsabandiyah, berikut dengan ajaran-ajaran perilaku keagamaan Islam yang kemudian berkembang dan punya pengaruh luas tidak saja bagi masyarakat lokal. Ajaran tarekat ini kemudian berkembang di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia dan Malaysia.

Tanto yang mewakili Asphurindo, dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih Asphurindo dan jajaran anggota travel agen peserta tur kepada pihak Pariwisata Uzbekistan dengan adanya kerjasama tur muslim Uzbekistan kali ini. “Semoga program tur muslim Uzbekistan konsorsium Uzbekistan 2017 ini membawa banyak manfaat, dan berlanjut ke depan dengan kerjasama antar travel agen di Indonesia dan Uzbekistan,” ujarnya.

Selain mengunjungi kompleks makam pendiri tarekat Nakhsabandiyah, peserta juga mengunjungi destinasi bersejarah kompleks Memorial Al Bukhari, perawi hadist sahih Imam Bukhari. Dan hari ini, Minggu (30/7), peserta tur meninggalkan kota Bukhara untuk selanjutnya menuju Samarkand sebagai tujuan tur berikutnya. Perjalanan Bukhara-Samarkand menggunakan kereta api cepat Afrosiab.

Di kota Samarkand peserta tur dijadwalkan mengunjungi makam Imam Bukhori, makam pahlawan Uzbek, Mausoleum Gur Emir, masjid terkenal Bibi Khanum yang berdiri sejak abad ke 15, dan wisata belanja ke Siyab Bazaar. Tur muslim ini akan diakhiri di kota Tashkent, ibu Kota Uzbekistan. (hai)

LEAVE A REPLY