Himpuh Siap Hadapi Tantangan Teknologi Digital

0
600
Ketua Umum Himpuh H. Baluki Ahmad. (foto:HUN)
Ketua Umum Himpuh H. Baluki Ahmad. (foto:HUN)
Ketua Umum Himpuh H. Baluki Ahmad. (foto:HUN)

HAJIUMRAHNEWS – Perkembangan teknologi digital sudah sangat pesat dan cepat. Secara tidak sadar, kini banyak hal telah berbasis digital dan online. Tidak terkecuali berbagai sektor bisnis, yang juga telah banyak menerapkan sistem digital untuk memudahkan aktivitas bisnisnya, dan tentunya memenangkan pasar.

Beberapa bisnis kovensional mulai menyadari hal ini, dan mereka mulai bergerak ke arah digital, seperti yang terjadi pada berbagai media cetak, menjadi media online. Namun sebagian lain belum sempat beralih, mereka terlanjur tenggelam dan bangkrut.

Dampak semacam ini mulai disadari oleh para pengusaha penyelenggara ibadah haji dan umrah, serta pariwisata halal. Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad menilai kenyataan ini perlu direspon dengan baik oleh para agent travel haji dan umrah, karena jika tidak, maka bisnis ini akan dikuasai oleh mereka yang ahli di bidang teknologi.

“Ya kita harus merespon ini, khususnya Himpuh dan seluruh anggotanya. Karena bisa jadi kedepan kalau kita tidak memperbaiki sistem dan kinerja kita, maka kita bisa dikalahkan oleh mereka yang sudah sangat siap dan menguasai teknologi digital,” ujar Baluki kepada hajiumrahnews.com saat ditemui Talk Show yang mengangkat tema Peluang dan Tantangan dalam Era Digitalisasi Bisnis Travel, yang digelar Himpuh pada Rabu (29/3), di Jakarta.

Pria yang telah menjabat sebagai ketua Himpuh selama tiga periode itu juga mengungkapkan bahwa Himpuh telah melakukan dan akan mengagendakan berbagai program yang dapat menunjang pemahaman serta skill anggotanya di bidang digitalisasi bisnis travel.

“Kita akan mengadakan edukasi, terkait bentuk-bentuk digital itu sendiri, bagaimana sistem tour leader yang baik, dan berbagai halnya akan kita kembangkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Baluki menyampaikan bahwa Himpuh merupakan asosasi yang tidak hanya fokus pada sektor penyelenggaraan umrah dan haji, tapi juga kepada pariwisata halal.

“Kita akan tunjukkan bahwa Himpuh tidak ansikh pada penyelenggara umrah haji saja, tapi kita juga fokus pada penyelenggara wisata halal. Pariwisata halal ini harus kita yang pegang, bukan pihak-pihak asing,” pungkasnya. (dar)